Zulhas: Wilayah dengan Stunting Tinggi dapat Jatah MBG saat Libur Sekolah
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa pemberian jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan walaupun sekolah libur-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengumumkan bahwa pemberian jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan walaupun sekolah libur.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan intervensi gizi tidak terputus, terutama bagi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
BACA JUGA:Libur Panjang, 12 Ribu Tiket Whoosh Jakarta-Bandung Ludes Terjual
BACA JUGA:BNI Ajak Nasabah Kurangi Emisi Lewat Fitur wondr earth, Hitung Jejak Karbon hingga Tanam Pohon
Dalam rapat koordinasi terbaru, diputuskan bahwa distribusi MBG untuk sekolah umum kini fokus pada 5 hari sekolah efektif. Namun, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, memberikan catatan tebal bagi daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan prevalensi stunting yang mengkhawatirkan.
"Nah kalau libur Lebaran, itu kan nggak efektif kalau dikasih juga (untuk umum). Tapi yang 3T dan yang tinggi sekali stunting-nya, tentu ada penanganan khusus," ujar Zulhas usai pertemuan rapat terbatas, Kamis 2 April 2026.
Ia menambahkan, perlakuan khusus ini memungkinkan pemberian makan ditambah hingga satu hari atau tetap berjalan meski siswa sedang tidak berada di kelas.
BACA JUGA:Lebaran Betawi 2026 Kembali Digelar Pemprov DKI Jakarta, Catat Tanggalnya!
"Kalau dianggap perlu dan memang produktif, bisa saja ditambah satu hari. Ini kebijakan afirmatif kita untuk daerah yang memang paling memerlukan," imbuh Zulhas.
Hingga akhir Maret 2026, program ambisius ini tercatat telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di 38 provinsi. Sebanyak 26.066 Satuan Pelayanan (SPPG) sudah beroperasi secara penuh, meskipun proses evaluasi terus berjalan dengan ketat.
Zulhas tidak menampik adanya dinamika di lapangan, termasuk penutupan sementara atau suspensi terhadap 2.162 unit pelayanan yang dianggap tidak tertib.
Masalah sanitasi seperti pengolahan limbah (IPAL) dan higienitas makanan menjadi alasan utama pemerintah melakukan tindakan tegas.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Jadi Mimpi Buruk? Fans Vietnam Tak Mau Satu Grup di Piala Asia 2027
"Program ini sangat besar, mendasar, dan luar biasa. Mengasih makan 60 juta anak tentu tidak mudah. Kita terus lakukan penyempurnaan sana-sini agar semakin bagus," jelas Ketua Umum PAN tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: