Berani Main Crypto Harus Tahu Caranya Hadapi Bear Market, Kondisi Nyaris Rugi

Berani Main Crypto Harus Tahu Caranya Hadapi Bear Market, Kondisi Nyaris Rugi

Bear Market adalah fase penurunan harga yang tak terhindarkan dalam siklus pasar crypto.---Freepik

BACA JUGA:Pengusaha Rumah Kos Mulai Lirik Investasi Aset Crypto, Ini Kata ARKI

5 Strategi Wajib di Bear Market

Berikut adalah sejumlah strategi yang relevan untuk diterapkan dalam menghadapi bear market menurut tim Pintu Academy:

1. Sabar Dalam Mententukan Aset dan Target Harga Beli

Sumber gambar: Cook & Bynum

Saat harga turun lebih dari 20%, kebanyakan investor yang baru masuk kripto langsung mengalami kepanikan dan menjual semua aset mereka. Investor yang telah melewati beberapa fase bear market kerap memiliki cara pandang yang berbeda. Mereka melihat bear market sebagai fase di mana aset-aset undervalue dapat diakumulasi.

Hal-hal yang Bisa Dilakukan:

    • Buat watchlist aset yang kamu yakini fundamentalnya. Lakukan ini di saat pasar mengalami penurunan maupun dalam fase tenang. Lihat bagaimana respon pergerakan harganya menyikapi penurunan harga Bitcoin. Aset yang mampu bertahan relatif lebih baik dari Bitcoin saat pasar melemah biasanya merupakan kandidat akumulasi yang menarik.

    • Tetapkan target harga beli berdasarkan analisis yang sudah kamu buat. Salah satu pendekatannya adalah mengidentifikasi area support historis sebagai zona pembelian aset, sehingga keputusan beli sudah terencana sebelum harga benar-benar sampai di sana.

BACA JUGA:Tak Hanya Crypto, 10 Raksasa Global Kini Hadir dalam Bentuk Token Digital

2. Proteksi Modal

Prioritas utama di bear market adalah menjaga modal agar tidak tergerus dan mengambil keputusan yang didorong oleh bias yang menganggap penurunan aset adalah titik harga terendah sehingga mengalokasikan seluruh modalnya dalam 1 transaksi.

Strategi yang paling terbukti efektif untuk investor jangka panjang di kondisi ini adalah Dollar-Cost Averaging atau DCA, membeli aset secara rutin dalam jumlah tetap, terlepas dari harga pasar saat itu.

Simulasi DCA vs. Beli Sekaligus di Bear Market 2022

Misalkan seorang investor memiliki modal Rp12 juta pada awal 2022 dan ingin mengalokasikannya ke Bitcoin.

    • Investor A (All In)

Menginvestasikan seluruh Rp12 juta sekaligus saat harga BTC berada di sekitar $47.000. Ketika harga turun signifikan hingga akhir 2022, nilai portofolionya menyusut menjadi sekitar Rp3,9 juta, atau mengalami penurunan sekitar 67%.

    • Investor B (DCA)

Mengalokasikan Rp1 juta per bulan selama 12 bulan. Dengan strategi ini, harga rata-rata pembeliannya berada di kisaran $28.000. Akibatnya, penurunan nilai portofolionya relatif lebih terkendali, dan ia mengakumulasi lebih banyak BTC untuk potensi pemulihan pada siklus berikutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: