Saat Harga Plastik Ngegas, Donat Mengecil dan Katering Beralih ke Daun Pisang

Saat Harga Plastik Ngegas, Donat Mengecil dan Katering Beralih ke Daun Pisang

Dengan naiknya bahan pangan dan bahan baku di pasaran, tidak sedikit pula pelaku usaha yang harus merogoh kocek lebih besar dari biasanya untuk mengakomodasi kenaikan harga plastik ini.--Dimas Rafi

"Dari penghitungan itu saya tahu berapa biaya untuk membuat satu kilogram adonan donat. Setelah itu baru bisa menentukan harga satu pcs, paket setengah lusin, sampai paket satu lusin," papar dia.

Ia menilai pengurangan gramasi justru menjadi pilihan paling realistis dibandingkan menurunkan kualitas bahan baku.

Menurutnya, mempertahankan rasa dan kualitas produk jauh lebih penting untuk menjaga loyalitas pelanggan.

"Kalau isi tetap sama tapi kualitas bahan diturunkan, justru risikonya lebih besar karena pelanggan bisa kecewa. Lebih baik ukurannya sedikit dikurangi tapi kualitas tetap terjaga," kata Tino.

BACA JUGA:Harga Plastik Meroket, Pedagang Ungkap Bisa Naik hingga 100 Persen

Ia juga memastikan bahwa perubahan ukuran tidak memengaruhi proses produksi secara signifikan. Hal itu karena usaha yang dijalankannya masih menggunakan metode manual tanpa mesin pengemasan otomatis.

Di tengah perubahan ukuran produk, Tino menyadari pentingnya komunikasi yang baik dengan pelanggan. Ia selalu meminta timnya untuk memberikan penjelasan jika ada konsumen yang mempertanyakan kenaikan harga atau perubahan ukuran.

"Saya selalu tekankan ke tim di lapangan untuk mengedukasi konsumen tentang kondisi sekarang. Kalau ada yang bertanya kenapa harga naik, kami jelaskan bahwa hampir semua bahan baku memang naik," ungkap dia.

Langkah tersebut dilakukan agar konsumen memahami situasi yang dihadapi pelaku usaha kecil saat ini.

BACA JUGA:Dampak Harga Plastik Mahal Akibat Konflik Iran vs AS-Israel, Apa Langkah Pemerintah?

Meski strategi pengurangan gramasi dapat membantu menjaga kualitas dan menekan biaya produksi, Tino mengakui tantangan terbesar justru terletak pada daya beli masyarakat.

Menurutnya, kenaikan harga produk di tengah kondisi ekonomi yang melemah membuat penjualan menjadi lebih sulit.

"Orang sekarang lebih fokus pada kebutuhan yang menjadi prioritas," pungkas Tino.

Karena itu, pelaku usaha kecil seperti dirinya harus terus mencari cara agar produk tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.

“Tantangan terbesar di penjualan. Harga naik, tapi daya beli turun,” pungkas Tino.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait