Berkat Sekolah Rakyat, Kisah Julio Selamat dari Pergaulan Bebas dan Kembali Raih Masa Depan
Julio, siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik balik Julio untuk kembali belajar dan menjauh dari pergaulan bebas-Dok. SRD 2 Surakarta-
Ia pun putus sekolah di bangku kelas 3 SD.
Kondisi ini menjadi kegelisahan tersendiri bagi Welas.
Dalam keterbatasannya, ia terus mencari jalan agar cucunya tidak semakin jauh tersesat.
Harapan itu akhirnya menemukan jalannya melalui Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan berasrama gratis yang dihadirkan Presiden RI Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
BACA JUGA:Bedah LKPJ 2025, Komisi IV DPRD Kota Bekasi Panggil Mitra Kerja OPD Pemerintah
BACA JUGA:DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Lebih Aktif Sosialisasikan Peraturan Pembatasan Akses Medsos Bagi Anak
Kini, Julio tercatat sebagai siswa di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta.
Perubahan perilaku Julio perlahan tampak.
Julio yang dulu sulit diatur, kini mulai menunjukkan sikap yang lebih tenang.
Ia kembali belajar, mengenal kedisiplinan, dan yang paling menghangatkan hati, menemukan kembali kasih sayang dalam hubungan dengan neneknya.
“Sekarang dia lebih dekat. Bisa merangkul, menciumi saya. Katanya senang di sekolah,” tutur Welas dengan mata yang berbinar.
BACA JUGA:Darurat Gempa Sulut–Malut, Pemerintah Kerahkan Tim Gabungan untuk Pemulihan
BACA JUGA:Penyiraman Air Keras di Bekasi: Aksi Terencana Sejak 2025, 3 Pelaku Ditangkap
Bagi Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat menjadi bentuk ruang aman yang memulihkan tempat anak-anak tidak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga belajar tentang nilai, kedisiplinan, dan masa depan.
Kehadiran sekolah berasrama juga meringankan beban keluarga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: