Isi Pernyataan 'Mati Syahid' JK di UGM Diduga Jadi Pemicu Polemik, Berujung Laporan ke Polisi
Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) soal 'mati syahid' yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berujung laporan polisi-Tangkapan Layar YouTube-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) soal 'mati syahid' yang disampaikan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berujung laporan polisi.
Pernyataan itu disampaikan JK dalam ceramah bertajuk 'Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar'.
Akibat pernyataannya itu, DPP Gerakan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan organisasi terkait lainnya melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada Minggu, 12 April 2026 lalu.
BACA JUGA:Merasa Nama Baiknya Pulih, Anwar Usman Mengaku Plong Tinggalkan MK Setelah Mengabdi 15 Tahun
BACA JUGA:Ajudan Gubernur Riau Jadi Tersangka, KPK Ungkap Aliran Uang Rp950 Juta
Dalam narasi yang beredar, JK dituduh menistakan ajaran Kekristenan.
Polemik ini muncul terutama dari bagian ceramahnya yang membahas konflik Poso dan Ambon serta penggunaan istilah 'mati syahid' oleh pihak-pihak yang bertikai.
Berikut isi ceramah JK yang dipermasalahkan oleh GAMKI:
"Alhamdulillahirabbil'alamin bahwa bulan Ramadan ini, alhamdulillah saya diundang untuk hadir di sini untuk bersilaturahmi dan juga sekaligus beribadah dan memberikan beberapa hal yang oleh panitia diminta saya berbicara tentang perdamaian."
"Ada hadis Rasulullah yang intinya begini: Rasul bertemu dengan para sahabatnya dan Rasulullah bertanya, 'Apakah ada di antara anda mengetahui apa amal yang lebih baik daripada salat dan puasa?' Sahabat menjawab, 'Tidak tahu Rasulullah.' Rasulullah berkata, 'Hal yang lebih amal yang lebih tinggi daripada salat dan puasa adalah orang yang mendamaikan orang yang berselisih."
BACA JUGA:Biaya Kuliah UKT FH UI, Lagi Viral Dugaan Kasus Kekerasan Seksual oleh 14 Mahasiswa
Jadi, mendamaikan orang dalam hal ini tentu mempunyai amal yang tinggi.
Karena itu, perdamaian itu hal yang sangat penting.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: