PSBS Biak Tunggak Gaji Pemain hingga 3 Bulan, APPI Bawa ke Jalur Hukum

PSBS Biak Tunggak Gaji Pemain hingga 3 Bulan, APPI Bawa ke Jalur Hukum

APPI membenarkan bahwa hingga saat ini pihak manajemen PSBS Biak belum menyelesaikan permasalahan tunggakan tersebut-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) buka suara adanya pelanggaran mengenai kewajiban yang dilakukan oleh PSBS Biak terhadap para staf dan pemain.

Organisasi yang menjadi payung bagi pesepak bola profesional tanah air itu telah menerima sejumlah laporan perihal tunggakan hak pemain yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

BACA JUGA:Ini Relaksasi Fiskal Jemaah Haji 2026, Barang Bawaan dan Kiriman Dibebaskan Bea Masuk

Dengan adanya laporan pelanggaran yang dilakukan pada klub Super League 2025/2026 membuat APPI membawa ke jalur hukum yang berlaku.

"APPI telah menerima laporan terkait kondisi pesepakbola profesional yang bermain di PSBS Biak dalam kompetisi Super League 2025/2026, serta telah menindaklanjuti laporan tersebut melalui mekanisme hukum yang berlaku," kata APPI dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis, 16 April 2026.

"Berdasarkan laporan yang diterima dari para pemain, keterlambatan pembayaran hak (gaji) telah terjadi hingga 3 bulan dan sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaiannya," sambungnya.

BACA JUGA:Basarnas Kerahkan Heli Super Puma Cari Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar

Hal tersebut terlihat dalam unggahan postingan instagram beberapa pemain menunjukkan kekecewaan mereka tidak di bayarkan kewajibannya selama tiga bulan terakhir pada Rabu, 15 April 2026.

Unggahan tersebut ditujukan pemain lokal hingga asing seperti Kadu, Ruyery Blanco, sampai Mohcine Nader kepada I.League dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)

Dalam unggahan itu, para pemain mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran gaji mulai berdampak serius pada kehidupan sehari-hari mereka.

Kejadian ini juga berdampak terhadap keseharian para pemain yang tidak mendapatkan kebutuhan seperti air minum dan makanan selepas sesi latihan.

BACA JUGA:Asrama Polri di Ciledug Kebakaran, Proses Pemadaman Masih Berlangsung

Kondisi tersebut kian menyulitkan pemain, dimana kendaraan operasional ditarik oleh manajemen. Sampai bebeapa pemain asing diminta untuk mengosongkan kediamannya karena adanya tunggakan pembayaran.

Tidak hanya itu, kegiatan latihan tim juga sempat terganggu karena tidak tersedianya lapangan latihan dalam beberapa kesempatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait