Dituding Penistaan Agama Karena Bicara Konflik Poso dan Ambon, Begini Respons JK
Menanggapi tudingan penistaan agama, JK menilai hal tersebut tidak berdasar dan bahkan menyebutnya sebagai fitnah.-Disway/Rafi Adhi-
"Tidak ada ajaran agama yang mengatakan saling membunuh saudaranya. Itu bukan syahid," lanjutnya.
Menanggapi tudingan penistaan agama, JK menilai hal tersebut tidak berdasar dan bahkan menyebutnya sebagai fitnah.
"Fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Semua memfitnah saya semua," ucapnya.
BACA JUGA:TMII Rayakan 51 Tahun, Pelestarian Budaya Berdampak ke Masyarakat dan UMKM
Meski demikian, JK memilih menahan diri agar polemik tidak semakin meluas.
Ia bahkan mengimbau agar tidak ada aksi demonstrasi dari pihak yang mendukungnya.
"Orang Islam mau demo, jangan, saya bilang. Jangan, jangan," paparnya.
Terkait adanya laporan ke polisi, JK menegaskan bahwa inisiatif tersebut datang dari masyarakat, bukan dirinya secara pribadi.
"Banyak masyarakat yang mau karena tersinggung. Bukan saya yang mau mengambil hukum, (tapi) masyarakat yang mau mengadukan ke hukum," terangnya.
Meski begitu, ia membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum jika situasi terus berkembang.
BACA JUGA:Harga Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Meroket, Pengendara: Mulai Naik Sejak Lebaran Kemarin
"Kami akan pertimbangkan, karena kalau tidak dituntut, ini akan terulang lagi," bebernya.
Diketahui, Jusuf Kalla dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik.
Laporan tersebut dilayangkan menyusul pernyataan JK dalam sebuah ceramah yang dinilai menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat, terutama di media sosial.
Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat mengatakan pihaknya datang ke Polda Metro Jaya mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: