Gengsi Kota Global, Premanisme di Jakarta Harus Dibereskan

Gengsi Kota Global, Premanisme di Jakarta Harus Dibereskan

Pembeli di Platinum Market di Pusat Mode Tanah Abang (PMTA) sedang melihat dagangan. -disway.id-

Dalam rekaman video si sopir bajaj mengaku, dirinya sampai harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah per hari untuk uang kemananan.

Jika tidak memberikan uang, si sopir mengaku kerap mendapat ancaman kekerasan hingga perusakan bajaj.

BACA JUGA:Cerita-cerita Korban Premanisme di Jakarta, Penghambat Hajat Orang

Pramono mengatakan dirinya sudah melihat video pemalakan sopir bajaj dan tukang bakso Malang yang viral tersebut.

Pramono pun telah memerintahkan Satpol PP dan Dinas terkait untuk memberikan tindakan tegas terhadap para pelaku.

"Saya sudah melihat videonya dan saya sudah meminta kepada Satpol PP, kepada Kepala Dinas untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal itu, tidak ada kompromi lagi," tegas Pramono di Jakarta Timur belum lama ini.

Pramono menegaskan dirinya tidak akan ragu memberantas aksi premanisme di Jakarta khususnya di kawasan Pasar Tanah Abang.

Hal ini sebagai upaya Pemprov DKI menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat Jakarta. "Jadi premanisme di Jakarta, saya sebagai gubernur, saya tidak ragu-ragu untuk itu," pungkasnya.

Efektivitas Kepolisian "Jaga Jakarta"

Sekarang pertanyaannya adalah, sejauh mana efektivitas program "Jaga Jakarta" yang diusung oleh Polda Metro Jaya?

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri punya pesan penting dan tegas bahwa Jakarta harus aman.

Kepolisian lantas menggandeng organisasi-organisasi masyarakat (ormas), relawan hingga komunitas tokoh masyarakat terlibat dalam pengamanan dan ketertiban setiap wilayah di Jakarta.

Ada lima wilayah yang tentu saja tidak mudah. Tidak hanya sekadar sosialisasi saja yang digaungkan. Namun masyarakat butuh respons cepat aparat penegak hukum.

Kasus di Tanah Abang dan Kebon Sirih, seharusnya cukup menjadi acuan bagi kepolisian. Siapapun pelakunya, tidak peduli itu siapa, ketika meresahkan warga langsung ditindak.

BACA JUGA:Shrinkflation Mengintai, Kenaikan Harga Plastik Picu Inflasi Tersembunyi yang Gerus Daya Beli

Setidaknya Polda Metro Jaya meminta kepada 5.000 ormas punya komitmen yang kuat. Saling menjaga. Jika ada oknum yang tersandung kasus, langsung diamankan. Beri efek jera!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: