Makkah Route Berlaku, Jemaah Haji RI Kini Tiba di Madinah Tanpa Antre Imigrasi

Makkah Route Berlaku, Jemaah Haji RI Kini Tiba di Madinah Tanpa Antre Imigrasi

Makkah Route, sistem layanan terpadu yang membuat proses keberangkatan jemaah jauh lebih praktis dan efisien-MCH-

JAKARTA, DISWAY.ID— Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI terus mematangkan layanan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Salah satu terobosan yang kembali dioptimalkan tahun ini adalah implementasi Makkah Route, sistem layanan terpadu yang membuat proses keberangkatan jemaah jauh lebih praktis dan efisien.

Sejak operasional haji dimulai pada 22 April 2026, jemaah Indonesia sudah diberangkatkan melalui sejumlah embarkasi yang menerapkan layanan ini, yakni:

  • Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta)
  • Bandara Adi Soemarmo (Solo)
  • Bandara Juanda (Surabaya)
  • Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar)

BACA JUGA:Giliran Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Banten Tiba di Madinah

Melalui skema ini, seluruh proses penting seperti keimigrasian dan administrasi haji sudah diselesaikan sejak di Tanah Air.

Adapun keunggulan utama Makkah Route terasa saat jemaah tiba di Arab Saudi. Setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, jemaah tidak perlu lagi antre imigrasi dan bisa langsung menuju hotel.

Tak hanya itu, bagasi jemaah juga sudah ditangani sejak awal dan dikirim langsung ke akomodasi masing-masing.

Program Makkah Route mencakup berbagai proses penting, antara lain:

  • Perekaman biometrik
  • Penerbitan visa haji elektronik
  • Pemeriksaan kesehatan
  • Proses keimigrasian di bandara keberangkatan

Dengan sistem ini, jemaah tidak lagi direpotkan oleh prosedur berulang saat tiba di Tanah Suci.

BACA JUGA:Jemaah Haji Kepri Tiba di Madinah, Menginap di Hotel Samping Masjid Nabawi

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa Makkah Route menjadi bagian penting dari transformasi layanan haji Indonesia.

"Proses yang terintegrasi sejak dari tanah air ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan jemaah bisa lebih fokus beribadah tanpa terbebani urusan teknis.

“Kami ingin setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: