Waspada Dehidrasi, Jemaah Diingatkan Minum Sedikit Tapi Sering

Waspada Dehidrasi, Jemaah Diingatkan Minum Sedikit Tapi Sering

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti mendampingi Kadaker Madinah DR Khalilurahman -MCH-

MADINAH, DISWAY.ID— Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan serius bagi kesehatan jemaah haji.

Oleh karena itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terus memperkuat kesiapan layanan kesehatan guna memastikan kondisi jemaah tetap terjaga selama menjalankan ibadah.

Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daerah Kerja Madinah, dr. Enny Nuryanti, mengingatkan bahwa dehidrasi menjadi salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami jemaah.

BACA JUGA:Garuda Mulai Berangkatkan Haji 2026, 2.255 Jemaah Kloter Perdana Terbang dengan OTP 100 Persen

Menurutnya, masih banyak jemaah yang keliru menyiasati kebutuhan cairan tubuh. Sebagian justru mengurangi minum karena khawatir terlalu sering buang air kecil.

"Kalau selama musim haji ini, dehidrasi sering terjadi karena jemaah tidak mau minum, takut sering kencing. Padahal, tipsnya itu minum, tapi sedikit-sedikit,” jelas dr. Enny.

Ia menekankan, pola minum bertahap jauh lebih efektif dibanding langsung mengonsumsi air dalam jumlah besar sekaligus.

"Kalau minum langsung satu botol, biasanya memang akan cepat ingin buang air kecil. Tapi kalau sedikit-sedikit, biasanya tidak,” terangnya.

BACA JUGA:Berangkat Haji Tanpa Pasangan, Kisah Ibu asal Indramayu: Rasanya Campur Aduk

Pola ini dinilai mampu membantu tubuh menyerap cairan secara lebih optimal tanpa memicu ketidaknyamanan.

Dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius, risiko dehidrasi hingga kelelahan panas (heat exhaustion) meningkat signifikan. Karena itu, jemaah diimbau untuk:

  • Rutin minum air, meski tidak merasa haus
  • Menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari
  • Menggunakan pelindung seperti payung atau topi
  • Segera melapor ke petugas kesehatan jika merasa lemas, pusing, atau tanda dehidrasi lainnya

PPIH berharap, dengan kesadaran menjaga kesehatan sejak awal, jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan kondisi yang tetap prima hingga puncak pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: