RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah, 7 Keluarga Baru Melapor

RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah, 7 Keluarga Baru Melapor

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan, pihaknya menerima 10 kantong jenazah korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, namun baru 7 keluarga yang melapor-Disway.id/Fajar Ilman-

JAKARTA, DISWAY.ID - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur menerima 10 kantong jenazah korban kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan proses identifikasi terhadap korban kecelakaan tersebut.

BACA JUGA:19 Perjalanan KA Dibatalkan Imbas Kecelakaan Kereta Beruntun di Stasiun Bekasi Timur

"Menginfokan bahwa sampai saat ini sejak jam 03.00 rumah sakit bayangkara tingkat satu P Pusdokkes Polri telah menerima 10 kantong jenazah," katanya kepada wartawan, Selasa, 28 April 2026.

Ia mengungkapkan, seluruh kantong jenazah yang diterima berisi korban perempuan. Selain itu, hingga saat ini sudah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko yang disediakan.

"Di mana kantong jenasa tersebut berisi jenazah perempuan semua dan keluarga yang sudah melaporkan ke posko sampai saat ini sebanyak 7 keluarga," ungkapnya.

Saat ini, kata Dia, proses identifikasi masih berjalan. Dimana dengan bekerja sama dengan Pusident dari Polda Metro, dari Polres, maupun dari Mabes Polri untuk segera bisa mengidentifikasi para korban.

BACA JUGA:Komut KAI 'Kiai Said' Soroti Taksi Listrik Green SM Pemicu Tabrakan Maut Argo Bromo Anggrek vs KRL

"Nanti kalau sudah proses kita akan rekonsiliasi untuk menentukan data antemortem dan postmortem," ucapnya.

Ia juga mengimbau kepada keluarga korban yang belum melapor agar segera datang ke posko antemortem yang telah disediakan di RS Polri Kramat Jati guna membantu proses identifikasi.

"Kami menunggu kepada keluarga yang belum melaporkan agar segera melaporkan di posko kami, di posko antemortem rumah sakit," himbaunya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait