AHY ke Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Singgung Proyek DDT

AHY ke Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi Timur, Singgung Proyek DDT

AHY juga menyinggung pentingnya pengembangan jalur kereta, termasuk proyek double track atau double-double track untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan transportasi KRL di wilayah Jabodetabek.-disway/Rafi Adhi-

BEKASI, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono meninjau lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

AHY mengatakan duka mendalam atas insiden tragis yang terjadi pada malam sebelumnya.

BACA JUGA:Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi 54 Orang, 15 Lainnya Sudah Pulang

Ia juga memastikan seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari gerbong yang terdampak.

"Pertama, kami semua berduka atas insiden ini. Kita doakan para korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya kepada awak media, Selasa 28 April 2026.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 13.00 WIB, tercatat 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

BACA JUGA:Momen Pembuktiaan Yadea OSTA & Velax U Taklukkan Jalur Bandung–Bogor Sejauh 150+ Km dalam Sekali Pengecasan

Beberapa korban yang sebelumnya terjepit juga telah berhasil dievakuasi dan kini mendapatkan penanganan medis intensif.

Dijelaskannya, penanganan difokuskan pada dua tahap utama, yakni evakuasi korban dan proses pemulihan (recovery) rangkaian kereta yang mengalami tabrakan.

"Setelah gerbong berhasil diangkat, perlu pengecekan lanjutan, termasuk listrik aliran atas agar operasional bisa kembali normal," jelasnya.

BACA JUGA:Timnas Indonesia Umumkan 23 Pemain Jelang Piala AFF 2026, Termasuk 5 Nama Debutan Baru

Pemerintah menargetkan jalur kereta dapat kembali beroperasi normal pada sore hingga malam hari, meski proses recovery masih berlangsung intensif.

Dituturkannya, investigasi penyebab kecelakaan akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan.

"Kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti. KNKT akan melakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait