RUPS 2025: JAPFA Perkuat Fundamental, Laba dan Ekuitas Tumbuh Signifikan

Rabu 29-04-2026,18:12 WIB
RUPS 2025: JAPFA Perkuat Fundamental, Laba dan Ekuitas Tumbuh Signifikan

Sepanjang 2025, JAPFA membukukan penjualan neto sebesar Rp60,72 triliun, meningkat dari Rp55,80 triliun pada tahun sebelumnya.--JAPFA

JAKARTA, DISWAY.ID - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, didorong oleh strategi efisiensi, inovasi operasional, dan penguatan di seluruh lini bisnis.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang diselenggarakan hari ini.

Sepanjang 2025, JAPFA membukukan penjualan neto sebesar Rp60,72 triliun, meningkat dari Rp55,80 triliun pada tahun sebelumnya.

Laba usaha turut naik menjadi Rp6,18 triliun dari Rp5,06 triliun, sementara laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp4 triliun, tumbuh signifikan dari sekitar Rp3,02 triliun pada 2024.

BACA JUGA:Terima Wild Card, JAPFA Gelar Seleksi Internal untuk Kejurnas Catur 2025

Peningkatan kinerja ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang naik dari Rp260 menjadi Rp344 per saham.

Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp40,06 triliun dan ekuitas naik menjadi Rp20,02 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kuat.

Direktur JAPFA, Leo Handoko, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi operasional yang adaptif di tengah dinamika industri.

“Pencapaian ini mencerminkan fokus kami pada efisiensi, inovasi, dan peningkatan kualitas di seluruh segmen usaha. Kami berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:Gak Perlu Chef Mahal! Ini Trik Masak Jadi Instan dan Juicy ala JAPFA Food

Kinerja positif JAPFA didukung oleh kontribusi seluruh segmen usaha.

Segmen pakan ternak memperkuat efisiensi melalui penerapan teknologi dan optimalisasi energi alternatif, serta strategi segmentasi produk untuk memperkuat daya saing.

Segmen pembibitan unggas terus memperluas kapasitas melalui modernisasi fasilitas serta peningkatan penetrasi pasar domestik dan ekspor, sementara segmen peternakan komersial tetap menjadi kontributor utama dengan dukungan inovasi kandang closed house dan penguatan kemitraan peternak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: