Jakarta Marketing Week 2026 Digelar, Usung Semangat Kota Global

Kamis 30-04-2026,20:47 WIB
Reporter: |
Jakarta Marketing Week 2026 Digelar, Usung Semangat Kota Global

--

JAKARTA, DISWAY - Wacana menjadikan Jakarta sebagai kota global kembali mengemuka. Kali ini, narasi tersebut dibawa dalam forum Jakarta Marketing Week 2026 yang akan berlangsung pada 6–10 Mei 2026.

Acara yang diinisiasi MCorp itu dibuka melalui konferensi pers di Jakarta, Rabu, 29 April 2026. Tema yang diangkat: "Jakarta, The Global City: Inclusive, Creative, & Collaboration."

Targetnya tidak kecil—lebih dari 400 ribu pengunjung selama lima hari pelaksanaan.

Namun di balik angka dan kemasan acara, muncul pertanyaan klasik: sejauh mana konsep "kota global" benar-benar menyentuh persoalan dasar Jakarta?

Founder MCorp, Hermawan Kartajaya, menekankan bahwa kekuatan Jakarta justru ada pada keberagamannya. Ia menyebut kota ini sebagai "gado-gado" yang seharusnya menjadi modal, bukan masalah.

"Kota global tidak boleh meninggalkan kelompok tertentu, sekaligus tidak memberi keistimewaan berlebih pada kelompok lain. Prinsipnya sederhana: inklusif, kreatif, dan kolaboratif," katanya.

Diskusi dalam forum ini tidak hanya berhenti pada branding kota. Beberapa isu dasar ikut disinggung, mulai dari investasi hingga layanan publik.

Dari sisi ekonomi, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melihat peluang pada ekosistem investasi emas. Emas disebut bukan lagi sekadar komoditas, tetapi bagian dari akses investasi yang lebih luas.

Di sisi lain, persoalan mendasar seperti air bersih juga diangkat. PAM JAYA menegaskan bahwa kota global bukan hanya soal gedung tinggi atau transportasi modern, tetapi juga kualitas hidup warganya—termasuk akses air minum layak.


--

Hal serupa muncul dari sektor transportasi. PT Jasa Marga Tbk menyebut digitalisasi sebagai solusi untuk meningkatkan pengalaman pengguna jalan tol. Sementara Transjakarta mencoba melibatkan mahasiswa dalam mencari solusi transportasi publik.

Menariknya, konsep kota global yang dibahas tidak hanya berbicara ekonomi dan infrastruktur. Budaya dan gaya hidup juga dimasukkan sebagai elemen penting.

Aktris Maudy Koesnaedi menyoroti peran komunitas dalam menjaga identitas budaya Jakarta. Sementara pelaku industri gaya hidup seperti Ismaya Group hadir untuk melengkapi pengalaman pengunjung acara.

Di sisi pendidikan, LSPR Institute of Communication and Business membawa pendekatan kreatif melalui seni pertunjukan sebagai bagian dari komunikasi kota.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait