Bantargebang Darurat Sampah, Pramono Gandeng Menteri LH Cari Solusi Permanen
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bakal temui Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat untuk melaporkan kondisi Bantargebang yang sudah overload sampah-Disway.id/Cahyono-
JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung segera menemui Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat untuk mencari solusi permanen dalam mengatasi sengkarut Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pramono dan Jumhur akan duduk bersama untuk menyelaraskan arahan pemerintah pusat dalam menangani persoalan sampah Bantargebang yang sudah dalam kondisi darurat.
BACA JUGA:Hardiknas, Gus Ipul Serukan Spirit Gotong Royong Entaskan Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
"Kami akan mempersiapkan dan segera saya akan duduk bersama dengan Menteri LH yang baru, Bapak Jumhur, untuk merumuskan bersama apa yang menjadi arahan pemerintah pusat," ujar Pramono di Mercure Jakarta Grogol, Jakarta Barat dikutip Minggu, 3 Mei 2026.
Pramono meyakini dengan kolaborasi yang baik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan pemerintah pusat (pempus) masalah sampah di Bantargebang akan dapat tertangani.
"Saya meyakini pasti akan bisa segera tertangani," ujarnya.
Diketahui sampah di TPST Bantagergebang sudah over kapasitas. Dampaknya gunungan sampah TPST Bantargebang di Zona 4 mengalami longsor hingga menelan korban jiwa pada 8 Maret 2026.
BACA JUGA:Heboh Video Amien Rais, Qodari Wanti-wanti Publik Soal Bahaya Konten Hoaks: Saya Prihatin Ya
Setidaknya 7 orang dilaporkan tewas dan sejumlah orang luka-luka dalam insiden tersebut.
Kesempatan sebelumnya Pramono pernah mengatakan jika saat ini pihaknya telah secara resmi mengusulkan pembangunan tiga fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) pemerintah pusat yang salah satunya di TPST Bantargebang.
"Untuk pembangkit listrik tenaga sampah, DKI Jakarta secara resmi mengusulkan tiga PLTSa," kata Pramono di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada 12 Maret 2026.
Pramono mengungkapkan, nantinya TPSa di Bantargebang mampu mengolah sekitar 3.000 ton sampah setiap hari menjadi tenaga listrik.
BACA JUGA:Industri Padat Karya Terancam, Jika Rokok Ilegal Tak Terbendung
3.000 ton sampah tersebut kata Pramono terdiri dari 2.000 ton sampah baru dan 1.000 ton sampah lama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: