Kejar 960 Ribu Anak Zero-Dose, Kemenkes Perkuat Perkuat Imunisasi Nasional
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi kunci mencegah lonjakan penyakit menular-Istimewa-
DEPOK, DISWAY.ID -- Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) terus mempercepat cakupan imunisasi nasional dengan fokus pada anak-anak zero-dose, yaitu mereka yang belum pernah menerima vaksin sama sekali.
Upaya ini ditegaskan Kementerian Kesehatan RI dalam momentum Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026 di Depok, sebagai langkah strategis memperkuat perlindungan kesehatan anak pascapandemi.
Berdasarkan data terbaru menunjukkan cakupan imunisasi dasar lengkap Indonesia telah mencapai 80,2% pada 2025.
BACA JUGA:MGBKI: KIKI dan Kemenkes Bertanggung Jawab Atas Menghilangnya Nyawa Dokter Internship
Meski mengalami peningkatan, masih terdapat sekitar 960 ribu anak yang belum tersentuh layanan imunisasi.
Kelompok inilah yang kini menjadi prioritas utama pemerintah.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menegaskan bahwa penguatan imunisasi rutin menjadi kunci mencegah lonjakan penyakit menular.
Ia mengingatkan, penurunan cakupan selama pandemi berpotensi memicu kejadian luar biasa seperti campak, difteri, dan pertusis jika tidak segera diantisipasi.
Disamping itu, "Pemerintah juga memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman hingga sembilan bulan ke depan."
BACA JUGA:Kemenkes Resmikan Konsorsium 1000 HPK, Target Turunkan AKI Drastis
"Selain pasokan, distribusi hingga ke daerah serta kualitas rantai dingin terus diperkuat agar layanan imunisasi berjalan optimal di seluruh wilayah,"ujar Andi, di Depok, Minggu, 2 Mei 2026.
Kolaborasi dengan mitra global seperti UNICEF dan WHO turut mempercepat capaian program. Inisiatif global seperti The Big Catch-Up dinilai berhasil menjangkau jutaan anak yang sebelumnya tertinggal, sekaligus menegaskan pentingnya sistem imunisasi rutin yang kuat dan berkelanjutan.
Secara global, imunisasi terbukti sebagai intervensi kesehatan paling efektif dengan dampak luas.
Vaksin bahkan disebut telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia, menjadikannya investasi kesehatan yang sangat efisien.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: