MGBKI: KIKI dan Kemenkes Bertanggung Jawab Atas Menghilangnya Nyawa Dokter Internship
Fakta wafatnya dokter internship Unsri Myta Aprilia Azmy terungkap, mulai dari perawatan intensif hingga dugaan tekanan kerja tinggi di lokasi tugas--LinkedIn Myta Aprilia Azmy
JAKARTA, DISWAY.ID - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) menyatakan pemerintah harus memberi atensi terhadap kasus gugurnya beberapa orang dokter internship yang terjadi belakangan ini.
MGBKI dengan tegas mengatakan pihak yang harus bertanggung jawab atas kasus meninggalnya dokter internship adalah Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
BACA JUGA:Diserbu Ulasan Positif, APKMODJOY Jamin Ruang Aman dan Kreatif bagi Pengguna dan Pengembang
Perwakilan MGBKI, Muhammad Akbar, meluruskan persepsi publik mengenai siapa yang memegang kendali atas program ini.
Ia menegaskan bahwa internship bukanlah bagian dari pendidikan di bawah tanggung jawab universitas (university-based), melainkan program yang dikelola langsung oleh lembaga bentukan menteri.
"Di dalam penyelenggaraan program internship, ada lembaga yang dibentuk oleh Menteri Kesehatan, namanya KIKI. Merekalah yang sebenarnya mengatur penempatan, pembekalan, monitoring, hingga evaluasi," ujar Akbar dengan tegas, saat diskusi daring, Minggu 3 Mei 2026.
Muhammad Akbar menambahkan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan tugas termasuk kematian peserta maka pertanggungjawaban harus dialamatkan kepada KIKI dan pihak yang membentuk lembaga tersebut.
BACA JUGA:Hari ke-13 Haji 2026: 74.652 Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci, 14.503 di Makkah
"Siapa yang di atasnya KIKI? Silakan dicari sendiri. Tanggung jawab utama ada pada Kementerian Kesehatan," imbuhnya.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya empat hingga lima kasus kematian dokter muda yang tersebar dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, hingga Sumatera bagian selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: