Petugas PPIH Sigap Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas di Terminal Sib Amir

Senin 04-05-2026,10:47 WIB
Petugas PPIH Sigap Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas di Terminal Sib Amir

Petugas PPIH melayani jemaah di Terminal Syib Amir dengan menyediakan kursi roda -MCH-

MAKKAH, DISWAY.ID– Terminal Sib Amir menjadi pusat kesibukan jemaah haji Indonesia yang baru tiba dari Madinah untuk menunaikan umrah wajib.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bekerja keras memastikan kelancaran proses, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas.

Sejak Jumat malam (1/5/2026), pukul 21.00 Waktu Arab Saudi, bus shalawat terus berdatangan membawa jemaah dari berbagai sektor pemondokan.

BACA JUGA:Hari ke-13 Haji 2026: 74.652 Jemaah Sudah Tiba di Tanah Suci, 14.503 di Makkah

Suasana terminal dipenuhi haru dan semangat ibadah. Jemaah terlihat lelah namun antusias, sebagian menggenggam perlengkapan ibadah sambil menunggu giliran menuju Masjidil Haram.

Petugas PPIH sigap mengarahkan jemaah sesuai kelompok bimbingan ibadah. Perhatian khusus diberikan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Mereka diprioritaskan mendapatkan pendorong kursi roda resmi yang telah memiliki izin (tasreh) dari otoritas Saudi. 

Setiap pendorong dan jemaah dicatat melalui kartu kendali baru, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan mencegah praktik pendorong ilegal.

Saat rombongan Embarkasi SOC-6 tiba sekitar pukul 22.30 dengan 30 jemaah yang membutuhkan kursi roda, petugas langsung menertibkan kerumunan dan menyaring hanya pendorong resmi.

BACA JUGA:Arab Saudi Diprediksi Panas hingga 43°C, Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Waspada

Ketua rombongan bahkan turun tangan menegosiasikan tarif jasa hingga 250 riyal, lebih rendah dari harga pasar 300–350 riyal. Pembayaran dilakukan secara transparan setelah ibadah selesai.

Kepala Bidang Transportasi Daker Mekkah, Syarif Rahman, menyatakan layanan bus shalawat beroperasi 24 jam penuh, gratis, dan tanpa tip. Tahun ini tersedia 21 rute dengan stiker warna dan nomor yang memudahkan jemaah mengenali bus.

“Biasanya dalam dua hingga tiga hari, jemaah sudah hafal rutenya,” ujar Syarif. Armada mencapai 452 unit bus dengan usia maksimal lima tahun, waktu tunggu rata-rata hanya 15–20 menit. Pemerintah juga menyediakan 52 bus ramah lansia dan disabilitas berlantai rendah.

Menurut Kadaker Mekkah Ihsan Faisal, pada hari ketiga kedatangan gelombang pertama, jumlah kloter meningkat menjadi 18 kloter.

BACA JUGA:City Tour Jemaah Haji Kloter SOC 25: Dari Kebun Kurma hingga Jabal Uhud, Penuh Haru dan Syukur

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: