AHY Beberkan Kondisi Pantura Jawa, Semarang dan Jakarta Disorot hingga Dampak ke Ekonomi Indonesia

Senin 04-05-2026,17:41 WIB
Reporter: Candra Pratama |
AHY Beberkan Kondisi Pantura Jawa, Semarang dan Jakarta Disorot hingga Dampak ke Ekonomi Indonesia

Menurut AHY, Jika persoalan di kawasan Pantai Utara Jawa tidak segera diatasi, dampaknya akan merembet ke perekonomian nasional. -Disway/Candra Pratama-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agys Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan kondisi yang cukup memperhatinkan di wilayah pesisir pantai utara (Pantura) jawa.

Dalam kesempatan itu, AHY turut memanggil para pejabat RI yang berlangsung di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin, 4 Mei 2026.

BACA JUGA:Termuan Terbaru Kecelakaan Kereta di Bekasi, Gali Keterangan 2 Saksi Kunci

Seperti Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria hingga sejumlah wakil menteri dan kepala daerah.

Mereka melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait serta krpala daerah untuk membahas perlindungan pesisir pantai utara (Pantura) jawa.

AHY mengemukakan bahwa kondisi pantura Jawa saat ini cukup memperhatinkan. Di mana potensi bencana semakin besar lantaran setiap tahun permukaan tanah mengalami penurunan mencapai 15-20 centimeter.

BACA JUGA:KAI Gelar Doa dan Salat Gaib Bersama untuk 16 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Karangan Bunga Jadi Pembeda

"Saya ingin menyampaikan bahwa setiap saat, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden tadi dalam pidato beliau, bahwa telah terjadi penurunan permukaan tanah. Ini 1 hingga 20 cm setahun," ujarnya Senin.

"Paling buruk terjadi di Jakarta dan juga di Semarang, tapi di daerah-daerah lainnya juga terus terjadi land subsidence, penurunan permukaan tanah," sambung AHY.

Tak hanya penurunan permukaan tanah, kata AHY, wilayah pesisir pantura jawa juga dihadapi dengan kenaikan permukaan air laut sebagai dampak dari pemanasan global.

Di mana air laut naik mulai 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahunnya. Hal tersebut mengakibatkan bencana banjir rob yang bisa menghancurkan properti hingga merusak rumah-rumah warga.

BACA JUGA:Haka Auto Dukung Pengembangan Talenta Industri, Hariyadi Ungkap Kunci Sukses di GSM IATI ITB

"Kembali saya juga mengingatkan bahwa ini berpotensi pada terjadinya bencana yang lebih buruk dan fatal. Bisa dilihat proyeksi penggenangan air laut hingga 2050 jika tanpa intervensi, ini bisa buruk sekali," terangnya.

AHY menambahkan, krisis air bersih juga sudah mengintai Pulau Jawa. Di mana masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut makin sulit untuk mendapatkan 'banyu' bersih.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: