Mahidin Simbolon Nostalgia dengan PM Xanana Gusmao

Senin 04-05-2026,18:43 WIB
Mahidin Simbolon Nostalgia dengan PM Xanana Gusmao

Mayor Jenderal (Purn), Mahidin Simbolon, bertemu dan bersilaturahmi dengan Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmao di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID – Mayor Jenderal (Purn), Mahidin Simbolon, bertemu dan bersilaturahmi dengan Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmao, di Hotel Kempinski, Jakarta, Indonesia, Sabtu 2 Mei 2026. 

Pertemuan dan silaturahmi PM Xanana dengan Mahidin Simbolon ini terjadi setelah 34 tahun tidak pernah bertemu, sejak tahun 1992 hingga 2026.

BACA JUGA:Pertumbuhan Real Estat Tetap Kuat di Tengah Krisis Global, LPKR Raup Laba Rp107 Miliar

Dalam sejarah Timor-Leste pada masa pendudukan Indonesia, hubungan antara Mahidin Simbolon dan Xanana Gusmao. sangatlah kontroversial.

Hal ini dikarenakan Mahidin Simbolon adalah perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang terlibat langsung dalam operasi militer di Timor-Leste hingga penangkapan Xanana Gusmão pada tahun 1992, dan kemudian ia dipromosikan menjadi Kolonel.

“Akhirnya bisa bertemu lagi. Beliau juga sudah tua. Dulu beliau berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1992, saya bersembunyi di rumah Mana Aliança Araújo di Lahane.

Saat itu, Letnan Kolonel tersebut bersama sejumlah pasukan Kopassus datang ke sana dan menangkap saya, lalu membawa saya ke markas mereka. Karena saya tidak berpakaian, mereka memakaikan baju kepada saya.

BACA JUGA:Soal Pernyataan Amien Rais, Natalius Pigai: Negara Gak Boleh Memenjarakan Rakyat

Selama beberapa hari di sana beliau melihat-lihat kondisi saya, kemudian membawa saya ke Bali, Jakarta, dan melakukan interogasi sebelum akhirnya saya dipulangkan kembali. Itu artinya, kami sebenarnya sudah saling kenal sejak hari penangkapan saya di Lahane,” cerita PM Xanana.

Mahidin Simbolon meminta untuk dapat bertemu dengan Xanana Gusmão melalui perantara Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, saat berlangsungnya negosiasi resmi putaran ketiga mengenai Delimitasi Batas Maritim antara Timor-Leste dan Indonesia di Singapura.

“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, maka ia meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar diperbolehkan menemui saya. Di Singapura saya juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia, beliau juga mantan militer yang dulu pernah mengantar saya dari Semarang ke Cipinang. Melalui komunikasi merekalah akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” tutur Xanana Gusmão dengan gembira.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan masa lalu. Mahidin Simbolon masih mengingat banyak tempat di Timor, dan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Tetun. Namun, semua itu sudah menjadi sejarah.

BACA JUGA:Lagi Neduh, Kurir JNE Dibegal 4 Orang di Bandung: 2 Pelaku Tertangkap

Meskipun semua orang pernah mengalami penderitaan, kini mereka yang dulu terlibat langsung dalam konflik pun sepakat untuk membiarkan masa lalu berlalu, agar tidak ada lagi rasa sakit hati atau kebencian di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: