Penelitian Ungkap Hasil Riset Dampak Merokok dengan Kesehatan Gigi dan Mulut

Senin 04-05-2026,21:00 WIB
Penelitian Ungkap Hasil Riset Dampak Merokok dengan Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak dibahas sebagai dampak kebiasaan merokok.--freepik.com

Implementasi strategi tobacco harm reduction diharapkan dapat mengisi celah bagi para perokok dewasa yang belum mampu berhenti sepenuhnya namun ingin menurunkan risiko paparan zat beracun secara signifikan.

Dengan demikian, penurunan risiko terkena penyakit akibat asap rokok dapat tercapai melalui pengurangan paparan zat beracun hingga 90% dibandingkan dengan rokok.

BACA JUGA:Tren Perawatan Gigi Masyarakat Urban, Tak Hanya Klinis tapi Utamakan Estetika

Tinjauan Klinis dan Solusi Alternatif Tanpa Pembakaran

Inti dari pendekatan tobacco harm reduction adalah mengeliminasi proses pembakaran yang menghasilkan TAR dan zat beracun lainnya, tanpa menghilangkan asupan nikotin yang dibutuhkan untuk tetap fokus. 

Prof. Amaliya menekankan bahwa produk tembakau alternatif yang menghantarkan nikotin melalui proses pemanasan berpotensi mampu menurunkan risiko kesehatan secara signifikan karena tidak melibatkan pembakaran.

Dari sisi klinis, ia memaparkan dampak luar biasa yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan bersama University of Catania di Italia. 

“Mereka yang beralih ke produk tembakau alternatif memperlihatkan perilaku sel yang normal, hampir sama dengan orang yang tidak merokok, sementara yang tetap merokok bakar memperlihatkan perilaku sel yang tidak normal. Dalam tiga bulan saja sudah terlihat peredaran darah gusi lancar kembali dan indera perasa di lidahnya kembali normal,” jelas Prof. Amaliya. 

Dari penelitian tersebut, Prof. Amaliya pun menekankan edukasi mengenai risiko kesehatan akibat merokok yang dibakar tetap menjadi prioritas utama dalam setiap program kesehatan untuk mencegah penyakit sistemik maupun kanker rongga mulut. 

BACA JUGA:93% Anak Indonesia Alami Karies Gigi, Kandungan Susu Formula Perlu Dicermati

“Mereka yang gagal untuk berhenti merokok itu harus kita tolong dengan memberikan solusi. Solusinya daripada meneruskan produk rokok yang dibakar yang memberikan risiko penyakit yang lebih tinggi dengan bahaya yang lebih tinggi, kenapa tidak switch ke produk tembakau bebas asap yang bahayanya lebih rendah?” pungkasnya. 

Menanggapi penelitian tersebut, Dr. Yun Mukmin juga menyoroti bahaya utama dari tembakau yang dikonsumsi melalui proses pembakaran.

Menurutnya, zat-zat berbahaya muncul akibat pembakaran, beda hal dengan produk bebas asap yang dipanaskan. 

“Ya, kalau tembakau yang dipanaskan itu selain nikotin, ada zat-zat lain yang juga dihasilkan dari proses pembakaran. Zat-zat lain inilah yang berbahaya untuk tubuh. Sehingga dicarilah cara agar kebutuhan nikotin tetap terpenuhi tanpa adanya zat-zat lain yang akibat proses pembakaran itu. Sehingga muncul produk tembakau alternatif ini, bukan yang dibakar tapi dipanaskan,” tambah Dr. Yun Mukmin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait