Ancaman Diabetes yang Berujung Cuan
Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id-disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Ini bisa dibilang jarang. Bisa juga langka. Tapi pasti bukan satu-satunya.
Selama ini rasanya kita lebih sering menemukan petani yang ingin menjadi pegawai bank, bukan ahli keuangan yang justru memilih menjadi petani.
Ia adalah Anis F. Salam. Pensiunan bank. Pendidikan S1, S2, hingga S3-nya linier di bidang keuangan.
BACA JUGA:Saat Lidah Melampaui Akal
Dunia angka. Dunia laporan. Dunia manajemen finansial.
Tapi kini, pagi-paginya justru dihabiskan di antara sayuran hijau, instalasi pipa hidroponik, dan suara air yang terus mengalir.
Rabu pagi kemarin, sekitar pukul 07.30 WIB, saya sengaja menemuinya di Graha Hydroponik, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.
Saya datang pagi-pagi karena tahu, Anis termasuk pensiunan yang sibuk. Produktif.
"Tapi S3 saya gak selesai. Karena tidak bisa tinggal selama tiga bulan terus-menerus di Malaysia. Sekarang saya S3 lagi, tapi bidang pertanian," kata Anis.
BACA JUGA:Pendidikan Tinggi dan Logika Pasar
Selain mengelola hidroponik, ia juga sering mengisi workshop dan kini menjadi Wakil Rektor III Universitas Primagraha.
Ini kunjungan kedua saya setelah enam tahun berlalu. Tahun 2019 saya memang pernah datang untuk melihat kebun melon dan sayuran hidroponiknya.
Tapi kali ini saya ingin tahu lebih dalam: mengapa seorang ahli keuangan bisa berubah menjadi petani.
Saat datang, kami tidak banyak basa-basi. Sama-sama dikejar agenda. Saya langsung diajak melihat aktivitas rutin pagi di Graha Hydroponik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: