Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma
Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id-disway.id-
Kasus pada anak, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus kanker terbanyak adalah leukemia atau kanker darah, sekitar 34,8 persen dari total sekitar 11 ribu kasus kanker anak setiap tahun.
BACA JUGA:Republik Curiga: Semua Menuduh, Tak Ada yang Membuktikan
Setelah itu limfoma atau kanker kelenjar getah bening sekitar 5,7 persen, dan tumor otak sekitar 5,7 persen.
Sementara neuroblastoma jumlahnya jauh lebih sedikit.
Gejala umum neuroblastoma, kata dr Ronald, antara lain nyeri perut, muntah, hilang nafsu makan, berat badan turun, nyeri tulang, demam, sesak napas, hingga kelumpuhan.
Karena itu, jika anak mengalami gejala-gejala seperti itu secara berulang dan tidak biasa, orang tua disarankan segera berkonsultasi ke dokter.
Saya juga bertanya: apakah neuroblastoma bisa disembuhkan?
Menurut dr Ronald, harapan sembuh sebenarnya cukup besar, terutama jika terdeteksi pada stadium dini. Penanganannya bisa melalui operasi, kemoterapi kombinasi, radioterapi, maupun imunoterapi.
BACA JUGA:Hardiknas 2026: Partisipasi Semesta dan Tantangan Mewujudkan SDM Unggul
“Kalau stadium dini dan belum ada penyebaran jauh, peluang sembuhnya masih besar,” katanya.
Di dunia, tiap tahun diperkirakan ada sekitar 10 ribu sampai 11 ribu kasus neuroblastoma. Sedangkan di Indonesia, jumlahnya hanya beberapa ratus kasus.
Penjelasan dr Ronald membuat saya ingin mengetahui lebih jauh apa yang sebenarnya dialami Kinara selama ini.
Kemarin saya kembali menemui Ail.
Kenapa saya datang lagi?
Karena penyakit ini bisa menyerang anak siapa saja. Dan saya merasa banyak orang tua perlu tahu. Agar tidak terlambat mengenali gejalanya. Agar segera mendapat penanganan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: