Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id-disway.id-

BACA JUGA:Partisipasi Semesta, atau Sekadar Slogan Semesta?

Ail lalu menceritakan perjalanan panjang sakit yang dialami Kinara.

Sejak usia sekitar tiga tahun, Kinara mulai sering sakit. Tapi saat itu belum ada dugaan mengarah ke neuroblastoma.

Gejalanya memang sangat mirip lupus.

Suhu tubuh Kinara sering sangat tinggi. Bisa mencapai 40 sampai 41 derajat. Tidak turun dengan paracetamol biasa.

Kalaupun turun, hanya bertahan sekitar dua jam, lalu panas tinggi lagi.

Saat usia sekitar 4,5 tahun, Kinara mulai lebih sering sakit dan rutin dibawa berobat. Berbagai pemeriksaan dilakukan. Bahkan sampai dibawa ke RS Harapan Kita. Dugaan awal masih lupus.

BACA JUGA:Yang Saya Dengar dari Timor Leste

Baru setelah pemeriksaan lebih mendalam, saat usia sekitar empat tahun sepuluh bulan, Kinara diketahui menderita neuroblastoma.

Ail lalu menjelaskan lebih lengkap gejala-gejala yang dialami putrinya.

Mulai dari pusing, panas tinggi, lemas, ngilu di kaki dan tangan, susah makan, hingga tubuh yang sangat lemah. Bahkan untuk ke kamar mandi pun kadang harus digendong.

“Kalau jalan, ngilunya makin terasa,” kata Ail.

Kinara juga sulit tidur pulas. Sering terbangun tiba-tiba seperti kaget. Dalam semalam bisa berkali-kali terbangun.

Selain itu, Kinara menjadi lebih mudah emosi.

BACA JUGA:Membedah Pertanggungjawaban Kasus Koperasi Swadharma

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: