Menhan Sebut BoP dan ISF Bentukan AS Kini 'Left Behind' usai Eskalasi Timur Tengah Memanas

Selasa 19-05-2026,20:07 WIB
Menhan Sebut BoP dan ISF Bentukan AS Kini 'Left Behind' usai Eskalasi Timur Tengah Memanas

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebut Board of Peace atau (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) yang digagas AS terkesean Left Behind di konflik Timteng-TV PARLEMEN-

JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan organisasi inisiatif kemanusiaan untuk Gaza, Board of Peace atau (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) yang digagas Presiden Amerika Serikat kini cenderung “left behind” atau tertinggal usai adanya perang Iran vs Amerika.

Mulanya, ia menceritakan bahwa BoP merupakan hasil inisiatif dari Presiden Amerika Serikat untuk membantu Palestina di Gaza.

BACA JUGA:Dorong Kebiasaan Hidup Sehat di Masyarakat, Bank Saqu Kenalkan Footgolf Lewat Sunrise Society

"BoP itu adalah suatu inisiatif dari Presiden AS untuk membantu Palestina di Gaza, dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80 ribu jiwa yang korban di Gaza," kata Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Selasa, 19 Mei 2026.

"Nah inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden AS untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan politik di Gaza," sambungnya.

Sjafrie mengatakan Indonesia mendapat apresiasi dari Donald Trump terkait rasa kemanusiaannya terhadap Gaza. Dia mengatakan dalam konsultasi bersama sejumlah negara Arab, Indonesia menyampaikan beberapa prasyarat.

"Nah inilah yang membuat Indonesia juga mendapat suatu apresiasi dari Presiden AS, bahwa Presiden Indonesia yang mayoritas jumlah penduduknya itu Islam, tapi dia sangat memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza sehingga dia dimasukkan ke dalam BoP," ujarnya.

BACA JUGA:MPR RI Desak Prabowo Lobi Donald Trump untuk Bebaskan 9 WNI yang Ditahan Israel

"Dan bersama-sama dengan beberapa negara Arab, Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya, kemudian juga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan yang sifat kekuatan fisik yang bisa menimbulkan korban di Gaza. Ini yang jadi catatan kita, dan ini disetujui beberapa negara Arab, termasuk Saudi Arabia," imbuh dia.

Lebih lanjut, Sjafrie mengungkapkan setelah BOP dibentuk, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga membentuk International Stabilization Force (ISF) dan Indonesia menjadi salah satu negara yang terlibat di dalamnya.

Namun, menurut dia, implementasi inisiatif tersebut hingga kini belum berjalan akibat dinamika konflik yang masih tinggi antara Amerika Serikat dan Israel.

“Dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Israel yang sangat tinggi, sehingga BOP cenderung left behind. Nah, karena BOP left behind, ISF juga left behind," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: