Kena Kantong Gas Alam, Proyek Sumur Air di Aceh Utara Picu Semburan Api Raksasa Setinggi 75 Meter
Saat pengeboran mencapai kedalaman sekitar 90 meter, pipa mulai mengeluarkan material pasir bercampur lumpur.-Tangkapan layar-
Melihat gejala yang tidak biasa tersebut, para pekerja berinisiatif menarik sebagian pipa keluar dari dalam sumur bor.
BACA JUGA:Model ASW yang Ngaku Dibegal di Jakarta Barat Alami Luka Sajam, Ternyata Bekas Bisul Pecah!
Kemudian pada Jumat, 22 Mei 2026 pagi hari sekira pukul 03.00 - 04.00 WIB, beberapa jam setelah pipa ditarik, lubang tersebut tiba-tiba menyemburkan gas bumi dalam volume besar.
Semburan gas tersebut memicu percikan hingga memunculkan kobaran api yang sangat besar.
Berdasarkan laporan teknis kepolisian di lapangan, kobaran api membubung tinggi hingga mencapai sekitar 75 meter ke udara.
Saking besarnya, hawa panas ini langsung menghanguskan dan mematikan pohon-pohon kelapa sawit di sekitar lokasi kejadian.
Untuk sementara petugas menduga kuat bahwa mata bor proyek irigasi tersebut secara tidak sengaja menembus kantong gas alam atau pipa gas bawah tanah yang berada di kedalaman 90 meter tersebut.
Karena tekanan hidrostatik di bawah tanah sangat tinggi, gas menyembur ke permukaan dengan kecepatan tinggi dan rentan terbakar akibat pemanasan atau suhu panas.
BACA JUGA:Polda Jambi Musnahkan 20 KG Sabu dan Ribuan Ekstasi, Selamatkan 126 Ribu Jiwa
Tindakan darurat yang dilakukan pihak terkait langsung melakukan evakuasi dan sterilisasi.
Personel Polres Aceh Utara bersama BPBD setempat langsung memasang garis polisi dan mensterilkan lokasi. Warga dilarang keras mendekat karena risiko semburan gas beracun (H2S) atau ledakan susulan.
Karena ini menyangkut emisi gas bumi berkekuatan besar, pihak kepolisian dilaporkan sudah berkoordinasi dengan tim teknis migas terkait untuk membantu mematikan atau melokalisasi semburan gas tersebut dengan aman.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dari para pekerja maupun warga sekitar karena posisi sumur berada di kawasan persawahan/perkebunan, namun penanganan masih terus berjalan secara intensif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: