5 Khutbah Idul Adha 2026 Versi NU Singkat dan Padat, Referensi untuk Khotib

Minggu 24-05-2026,15:52 WIB
5 Khutbah Idul Adha 2026 Versi NU Singkat dan Padat, Referensi untuk Khotib

Berikut khutbah Idul Adha 2026 versi Nahdlatul Ulama (NU) yang singkat dan padat sebagai referensi untuk khotib.--Gemini AI

Rasulullah SAW juga telah mengingatkan dalam sabdanya:

مَا ملأَ آدمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطنٍ، بِحَسْبِ ابنِ آدمَ أُكُلاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فإِنْ كَانَ لا مَحالَةَ فَثلُثٌ لطَعَامِهِ، وثُلُثٌ لِشرابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

Artinya: “Tiada tempat yang manusia isi yang lebih buruk daripada perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun, jika ia harus (melebihinya), maka hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (HR. Ahmad)

Kaum muslimin, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,

Selain memperhatikan pola konsumsi daging, ada hal yang tidak kalah penting pada momentum Idul Adha, yaitu memastikan penyembelihan hewan kurban dilakukan secara halal dan thayyib sesuai tuntunan syariat.

Hewan kurban yang baik harus disembelih dengan benar agar dagingnya halal untuk dikonsumsi dan tetap sehat. Penyembelihan yang tidak sesuai syariat dapat memengaruhi kehalalan dan kualitas daging. Oleh karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyembelihan syar’i.

Pertama, hewan kurban harus sehat, cukup umur, tidak cacat, dan layak disembelih. Hewan yang sakit atau terlalu kurus tentu tidak memenuhi prinsip thayyib karena kualitas dagingnya buruk dan dapat berdampak pada kesehatan.

Kedua, penyembelih harus seorang Muslim yang memahami tata cara penyembelihan yang halal. Penyembelih hendaknya memiliki ilmu dan keterampilan agar proses penyembelihan berjalan dengan benar serta tidak menyiksa hewan.

Ketiga, ketika menyembelih, menyebut nama Allah merupakan bagian penting dalam penyembelihan yang halal. Kalimat yang dibaca bisa seperti:

بِسْمِ اللهِ، اللهُ أَكْبَرُ

Keempat, alat sembelih harus tajam agar hewan cepat mati dan tidak tersiksa. Rasulullah saw bersabda:

وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ

Artinya: “Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaklah salah seorang di antara kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan sembelihannya.” (HR Muslim)

Kelima, saluran yang wajib dipotong harus benar-benar terputus, yaitu saluran napas dan saluran makanan, sehingga darah dapat keluar dengan sempurna. Akan lebih sempurna jika urat nadi atau pembuluh darah di leher bagian kanan dan kiri terpotong. Darah yang keluar dengan baik membuat daging lebih bersih dan lebih sehat untuk dikonsumsi.

Keenam, kebersihan tempat penyembelihan juga sangat penting. Pisau, alas pemotongan, tangan petugas, dan wadah distribusi harus dijaga kebersihannya agar daging tidak terkontaminasi kotoran dan bakteri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait