5 Khutbah Idul Adha 2026 Versi NU Singkat dan Padat, Referensi untuk Khotib
Berikut khutbah Idul Adha 2026 versi Nahdlatul Ulama (NU) yang singkat dan padat sebagai referensi untuk khotib.--Gemini AI
Oleh karena itu, Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Mari tinggalkan sifat dan sikap merasa unggul dalam materi dan kekayaan. Jauhi sikap merasa lebih mulia karena nasab atau keturunan. Hindari merasa lebih menarik dalam tampilan fisik dan pakaian. Jangan memandang rendah orang lain dan merasa tinggi karena jabatan. Ciptakan kehidupan yang saling menghormati dalam perbedaan. Wujudkan kerukunan dan tumbuhkan cinta pada perdamaian. Karena sekali lagi yang dinilai oleh Allah, tiada lain dan tiada bukan, hanyalah ketakwaan.
Rasulullah bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: ”Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Selain shalat Idul Adha dan berhaji di Tanah Suci, rasa cinta juga bisa kita tumbuhkan dari ibadah kurban yang kita jalani. Kurban yang dilakukan dengan menyembelih hewan ini, adalah simbol kita menyembelih dan membuang sifat kebinatangan yang bersemayam dalam diri. Sombong, rakus, egois, serakah, dan mau menang sendiri menjadi sifat yang harus kita basmi dan hindari. Selanjutnya cinta dan saling mengasihi, harus kita pupuk dalam hati dan diri kita pribadi.
Perlu kita sadari bahwa kurban adalah ibadah berdimensi horisontal untuk mengasah kepedulian sosial. Kurban bukan hanya ibadah kepada Allah yang memiliki dimensi vertikal. Dengan kurban kita berbagi kebahagiaan dengan saling berbagi sedekah dan amal. Kita harus berupaya menghilangkan sekat yang membatasi secara maksimal. Sehingga kehidupan bersama ini akan bisa berjalan baik dan normal.
Mari sisihkan harta yang kita miliki dengan berbagi. Janganlah khawatir harta kita akan berkurang karena banyak memberi. Allah lah sang pemberi rezeki yang akan melipatgandakan sedekah yang kita lakoni.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 261:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.”
Rasulullah juga bersabda:
مَا أَحْسَنَ عَبْدٌ الصَّدَقَةَ إِلَّا أَحْسَنَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ الْخِلَافَةَ عَلَى تِرْكَتِهِ
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: