5 Khutbah Idul Adha 2026 Versi NU Singkat dan Padat, Referensi untuk Khotib
Berikut khutbah Idul Adha 2026 versi Nahdlatul Ulama (NU) yang singkat dan padat sebagai referensi untuk khotib.--Gemini AI
Artinya: “Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.” (QS Al-Baqarah: 168).
Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Al-Qur’anil Azhim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini pernah dibaca di sisi Nabi Muhammad saw. Kemudian Saad bin Abi Waqash berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikanku orang yang diijabah doanya”.
Nabi Muhammad bersabda: “Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka engkau akan menjadi orang yang doanya diijabah. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, sungguh seseorang yang memasukkan satu suapan haram ke dalam perutnya, maka amal ibadahnya tidak diterima selama 40 hari, dan sungguh hamba yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram dan riba, maka api lebih utama untuknya”.
Dari kisah ini kita bisa mengambil pesan dan ajaran dari Rasulullah bahwa makanan yang halal dan thayib juga akan berpengaruh terhadap keberkahan hidup. Makanan yang halal dan thayib akan menjadi penentu apakah doa dan ibadah kita diterima oleh Allah atau tidak.
Itulah mengapa kita harus terus memperhatikan kehalalan dan kebaikan makanan yang kita konsumsi. Bukan hanya halal dan baik dari sisi dzatnya, tetapi juga halal dan baik dari sisi haliyah, yaitu cara kita memperolehnya.
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ
Oleh karena itu, ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Mari kita perhatikan konsumsi daging pada masa Idul Adha ini. Momentum Idul Adha sering menjadi saat masyarakat mengonsumsi daging dalam jumlah lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Berbagai hidangan disajikan, mulai dari sate, gulai, rendang, tongseng, hingga sop. Semua itu adalah nikmat Allah yang patut disyukuri. Namun, jika tidak disikapi dengan bijak, hal ini justru dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah memilah bagian daging kurban yang akan dikonsumsi. Tidak semua bagian daging memiliki dampak kesehatan yang sama. Banyak orang justru lebih menyukai bagian yang tinggi lemak dan jeroan, padahal jika dikonsumsi berlebihan, hal itu dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah tinggi, asam urat, hingga risiko penyakit jantung.
Karena itu, pilihlah bagian daging yang lebih sehat, yaitu daging merah yang sedikit lemak. Kurangi konsumsi gajih, kulit berlemak, otak, paru, usus, dan jeroan secara berlebihan, terutama bagi orang yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau asam urat.
Selain memilih bagian daging, cara memasak juga sangat menentukan kualitas makanan untuk kesehatan. Kadang, yang membuat makanan menjadi tidak sehat bukan dagingnya, tetapi pengolahannya yang terlalu banyak santan, minyak, dan garam, serta pembakaran yang terlalu gosong. Akan lebih baik jika sebagian daging diolah menjadi sop, semur, atau dipadukan dengan sayur-sayuran agar lebih seimbang.
Islam mengajarkan keseimbangan dan melarang sikap berlebihan dalam berbagai hal, termasuk dalam urusan makan dan minum. Allah Ta’ala berfirman:
۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ٣١
Artinya: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini sangat relevan pada momentum Idul Adha. Nikmat Allah harus dinikmati dengan rasa syukur, tetapi tetap menjaga kesehatan dan tidak berlebihan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: