Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Rabu 03-06-2026,10:11 WIB
Reporter: Cahyono |
Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menempatkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa), penyediaan hunian terjangkau, serta relokasi warga dari kawasan tidak layak huni sebagai langkah strategis-disway.id/Cahyono-

Ia menambahkan, Jakarta selama puluhan tahun menghadapi persoalan tumbuhnya permukiman di kawasan yang sejatinya tidak diperuntukkan sebagai hunian.

BACA JUGA:Pasangan Mahasiswa Diduga Sesama Jenis di PNJ Ditinju Sang Ayah, Sujud Minta Maaf karena Malu

Selain bantaran sungai dan kolong jalan, sejumlah area pemakaman berkembang menjadi tempat tinggal warga akibat keterbatasan ekonomi dan akses terhadap perumahan formal.

Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya berfokus pada penataan kawasan, tetapi juga menjamin keberlanjutan kehidupan warga setelah direlokasi.

Di TPU Kebon Nanas, penataan kawasan memungkinkan lahan seluas 3.754 meter persegi kembali dimanfaatkan sesuai fungsi awalnya.

Lahan tersebut diproyeksikan mampu menambah sekitar 1.000 petak makam baru, kebutuhan yang semakin mendesak seiring terbatasnya kapasitas TPU di Jakarta.

Pramono mengungkapkan, dari 80 TPU yang dimiliki Jakarta, sebanyak 69 lokasi kini telah menerapkan sistem tumpang tindih karena keterbatasan ruang. Hanya 11 TPU yang masih memiliki kapasitas relatif memadai.

BACA JUGA:Kampus PNJ Chaos Sidang Dua Mahasiswa Diduga Sesama Jenis yang Ciuman di Perpustakaan, Mengaku Kenalan di X

Pengentasan Kemiskinan

Bagi Pemprov DKI Jakarta, penyediaan rumah susun tidak hanya diposisikan sebagai program perumahan semata.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk memutus rantai kemiskinan perkotaan melalui peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, saat ini masih tersedia 2.485 unit hunian rumah susun yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Ketersediaan unit tersebut akan terus bertambah seiring pembangunan empat proyek rusun baru yang dijadwalkan berjalan tahun ini, yakni Rusun Marunda Cluster C, Rusun Rorotan IX Tahap I, Rusun Padat Karya, dan Rusun Tongkol.

BACA JUGA:Kampus PNJ Mencekam, 2 Mahasiswa Diduga Sesama Jenis Diarak Usai Berbuat Asusila

Menurut Kelik, kebutuhan hunian vertikal di Jakarta terus meningkat karena keterbatasan lahan dan tingginya angka urbanisasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: