Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Rabu 03-06-2026,10:11 WIB
Reporter: Cahyono |
Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menempatkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa), penyediaan hunian terjangkau, serta relokasi warga dari kawasan tidak layak huni sebagai langkah strategis-disway.id/Cahyono-

Di sana tersedia ruang publik ramah anak, area perdagangan kebutuhan pokok, tempat ibadah, akses internet gratis melalui JakWifi, area parkir yang luas, hingga layanan bus antar jemput sekolah bagi anak penghuni.

BACA JUGA:Wagub Rano Pastikan Layanan Dasar Pengungsi Kebakaran Kemayoran Terpenuhi

Bangunan rusun juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas melalui penyediaan jalur landai dan lift yang memudahkan mobilitas penghuni plus sistem keamanan tersedia 24 jam.

Aisah, warga yang sebelumnya tinggal di kawasan TPU Pegadungan, Jakarta Barat, mengaku kehidupan keluarganya berubah setelah menempati Rusunawa Rawa Bebek.

Sebelumnya, dua anaknya tumbuh di lingkungan yang minim ruang terbuka dan sarana bermain.

Kini, mereka memiliki akses terhadap lingkungan yang lebih sehat dan aman.

“Anak-anak lebih nyaman karena ada tempat bermain dan lingkungan yang lebih tertata,” ujarnya.

BACA JUGA:Disdik DKI Bakal Gelar Ujian Susulan bagi Siswa Korban Kebakaran Kemayoran

Menariknya, pada tahap awal relokasi, dirinya mendapat pembebasan biaya sewa selama enam bulan untuk membantu proses adaptasi ekonomi.

Secara terpisah, Yulianti, penghuni Rusunawa Cakung Barat, mengaku biaya sewa yang relatif rendah membuat keluarganya mampu mempertahankan kondisi keuangan tetap stabil.

Dengan penghasilan keluarga sekitar Rp5 juta per bulan, biaya sewa sebesar Rp865 ribu dinilai masih dalam batas kemampuan ekonomi rumah tangga.

Menurut dia, fasilitas yang tersedia sebanding dengan biaya yang dikeluarkan setiap bulan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa rumah susun tidak lagi dipandang sebagai tempat tinggal sementara, melainkan alternatif hunian jangka panjang bagi masyarakat perkotaan.

BACA JUGA:Saksi Bisu Amukan Api di Kemayoran: Ijazah SMA Tinggal Separuh

Menanggapi upaya Pemprov menyediakan hunian layak dengan rusunawa bagi warga Jakarta, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ghozi Zulazmi menilai program itu perlu akselerasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: