Jakarta Percepat Program Rusunawa dan Bedah Rumah untuk Warga Berpenghasilan Rendah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menempatkan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa), penyediaan hunian terjangkau, serta relokasi warga dari kawasan tidak layak huni sebagai langkah strategis-disway.id/Cahyono-
“Masyarakat yang ingin menempati rusunawa dapat mengajukan permohonan melalui aplikasi Sistem Informasi Rumah Umum dan Permukiman (SIRUKIM) dengan syarat memiliki KTP DKI Jakarta dan memenuhi kriteria penghasilan tertentu,” jelas Kelik kepada disway.id.
Kelik menambahkan, Pemprov DKI mulai memperluas sasaran penerima manfaat dengan menyediakan unit khusus bagi generasi muda atau kelompok milenial.
Tersedia berbagai pilihan unit mulai dari tipe 18 meter persegi hingga 36 meter persegi yang disesuaikan dengan kebutuhan penghuni, baik lajang maupun keluarga.
Selain skema sewa, Pemprov DKI Jakarta juga menjalankan program Hunian Terjangkau Milik (HTM) yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah dengan dukungan pembiayaan pemerintah.
BACA JUGA:Niat Mulia Nurul Direnggut Keadaan, Uang Tabungan untuk Cucu Ludes Terbakar
Melalui Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR), warga dengan penghasilan maksimal Rp14,8 juta per bulan dapat mengakses kredit hunian dengan bunga tetap sebesar 5 persen dan tenor hingga 20 tahun.
Kebijakan tersebut diharapkan membuka peluang kepemilikan rumah bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau pembiayaan perumahan komersial.
Bagi sebagian warga yang telah menempati rusunawa, perubahan lingkungan tempat tinggal membawa dampak langsung terhadap kualitas hidup keluarga.
Fasilitas Nyaman Rusunawa
Guntur, salah satu warga yang direlokasi dari TPU Kebon Nanas, mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah pindah ke Rusunawa Pulo Gebang.
BACA JUGA:Jalan di Lenteng Agung yang Amblas Rampung Diperbaiki, Rano: Petakan Titik Rawan!
Menurutnya, berbagai fasilitas yang tersedia membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih nyaman.
Rusunawa tersebut dilengkapi taman bermain anak, lintasan joging, masjid, lapangan olahraga, serta ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan penghuni untuk berinteraksi.
“Kami merasa lebih tenang. Anak-anak juga punya ruang bermain yang aman dan fasilitasnya jauh lebih lengkap,” katanya.
Pantauan disway.id di Rusunawa Puogebang, kompleks hunian vertikal tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan kawasan permukiman dengan berbagai fasilitas pendukung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: