Irjen Kemenhaj Ungkap 5 Indikator Keberhasilan Haji 2026, Evaluasi Besar Segera Digelar
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi di Kantor Daker Madinah -MCH-
MADINAH, DISWAY.ID-- Pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026. Evaluasi ini melibatkan tidak hanya internal Kementerian Haji dan Umrah, tetapi juga lembaga eksternal seperti DPR dan BPK.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Dendi Suryadi, menyatakan evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan haji di masa mendatang.
“Tahun depan nanti akan ada evaluasi besar di internal kementerian, kemudian ada evaluasi dari pihak luar dari DPR, dari BPK, dan lain-lain,” kata Dendi di Madinah, Rabu (10/6/2026).
BACA JUGA:Di Kamar Hotel, Klinik Satelit Sektor 2 Madinah Siaga Layani Jemaah Haji Gelombang Dua
Menurut Dendi, musim haji tahun ini merupakan pengalaman perdana bagi Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk. Berbagai dinamika di lapangan akan dijadikan bahan pembelajaran berharga.
“Tentu banyak hal yang, karena ini tugas perdana, saya kira pasti banyak hal yang kita temukan. Dari pengalaman itu nanti bisa kita belajar dan kita sempurnakan lagi,” ujar purnawiran Mayjend TNI ini.
Dalam evaluasi nanti, pemerintah akan mengacu pada lima indikator utama keberhasilan haji.
Salah satu yang sudah menunjukkan hasil menggembirakan adalah tingkat serapan kuota yang mencapai 99,63 persen.
“Ya, 5 indikator itu kan mulai daya serap. Daya serap tahun ini kan 99,63 persen. Angka yang cukup lumayan lah,” kata Dendi.
BACA JUGA:Terkuak Dugaan Penipuan Dam dan Badal Haji Senilai Rp1,4 Miliar, Ini Pesan Menhaj untuk Jemaah Haji
Diketahui kuota haji 2026 yang telah ditetapkan yaitu sebanyak 221 ribu jemaah.
Selain serapan kuota, indikator lain yang menjadi perhatian adalah angka kematian jemaah, jumlah jemaah hilang, tingkat keluhan layanan, serta aspek integritas penyelenggaraan.
Dendi menyebut salah satu prestasi yang patut diapresiasi adalah nihilnya laporan jemaah hilang selama musim haji 2026.
“Tahun yang lalu ada tiga jemaah yang hilang, tahun ini kan nggak ada. Kemudian berkurangnya komplain-komplain atau keluhan-keluhan jemaah berkaitan dengan layanan-layanan kita,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: