Efisiensi MBG, BGN Pertimbangkan Kurangi 8 Juta Penerima

Senin 15-06-2026,21:59 WIB
Efisiensi MBG, BGN Pertimbangkan Kurangi 8 Juta Penerima

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi dan efisiensi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan intervensi gizi pemerintah lebih tepat sasaran-Disway.id/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan evaluasi dan efisiensi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan intervensi gizi pemerintah lebih tepat sasaran.

Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penyesuaian jumlah penerima manfaat berdasarkan target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

BACA JUGA:Wamen Investasi Todotua Pasaribu Jadi Chef de Mission Kontingen Indonesia di Asian Games 2026

Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari mengatakan pembahasan mengenai refocusing program masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final.

"Kami exercise lagi berapa sih kira-kira yang bisa kita efisiensikan lagi. Sementara ini memang belum final karena belum dibahas. Kami masih akan terus membahasnya," kata Arumsari di Kompleks Parlemen, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut dia, kajian tersebut dilakukan dengan mengacu pada proyeksi jumlah penerima manfaat dalam RPJMN 2027.

BGN saat ini tengah menghitung kebutuhan anggaran dan kelompok sasaran yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi pemerintah.

BACA JUGA:Kantor Cabang Luar Negeri Dubai Tumbuh Solid, BSI Mantap Akan Perluas Cabang ke Arab Saudi

"Ini belum final karena belum dibahas ya," tegasnya. 

Arumsari menjelaskan, tujuan utama dari evaluasi tersebut bukan untuk mengurangi esensi program MBG, melainkan agar bantuan yang diberikan lebih fokus kepada kelompok yang membutuhkan.

Ia memberi contoh, BGN mempertimbangkan untuk tidak lagi memberikan MBG kepada siswa sekolah menengah atas (SMA) dari kalangan ekonomi mampu.

"Contoh, misalnya lah contoh gampang, SMA ya, mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG (Makanan Bergizi Gratis). Apalagi SMA-SMA yang uang sakunya anak-anaknya saja sudah Rp100.000, Rp200.000 gitu ya, mungkin yang high class gitu, itu tidak perlu lagi," jelasnya.

Menurutnya, jika skenario tersebut diterapkan, jumlah penerima manfaat program MBG diperkirakan dapat berkurang sekitar 8 juta orang.

Meski demikian, Arumsari menegaskan pemerintah tidak akan menghilangkan tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: