Pemkot Tangsel Integrasikan AI dalam Birokrasi, Dari Pengaduan Warga hingga Analisis Data

Selasa 16-06-2026,20:02 WIB
Pemkot Tangsel Integrasikan AI dalam Birokrasi, Dari Pengaduan Warga hingga Analisis Data

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie-Disway.id/Candra Pratama-

Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi maupun respons awal selama 24 jam tanpa harus menunggu jam operasional kantor pemerintahan.

“Dalam layanan pengaduan masyarakat, kami mengarahkan integrasi AI berbasis NLP agar sistem dapat beroperasi sepanjang waktu. Warga bisa memperoleh informasi terkait prosedur perizinan maupun tindak lanjut laporan infrastruktur secara lebih cepat,” ujar Asep.

Selain itu, teknologi AI juga akan dimanfaatkan di sektor kesehatan, khususnya pada layanan puskesmas. Melalui pendekatan predictive analytics, tenaga medis dapat memetakan potensi peningkatan kasus penyakit di suatu wilayah secara lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

BACA JUGA:Pemkot Antisipasi Keterbatasan Pasokan Daging Sapi, Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Bijak Berbelanja

Pemanfaatan kecerdasan buatan juga akan diterapkan dalam perencanaan pembangunan daerah. Sistem machine learning akan membantu pemerintah mengolah data skala besar atau big data untuk memastikan berbagai program, termasuk penyaluran bantuan sosial, dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan objektif.

Di sisi internal birokrasi, AI diharapkan mampu memangkas proses administrasi melalui percepatan penyusunan, peringkasan, serta pengelolaan dokumen regulasi yang selama ini memerlukan proses panjang.

Keamanan Data Tetap Menjadi Prioritas

Meski menawarkan berbagai manfaat, Pemkot Tangerang Selatan menegaskan bahwa penerapan AI harus tetap memperhatikan aspek keamanan data dan akurasi informasi.

TB Asep Nurdin menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan memiliki risiko berupa bias data maupun kesalahan informasi apabila tidak diawasi secara ketat. Karena itu, peran ASN sebagai pengambil keputusan tetap menjadi faktor utama dalam setiap proses pemerintahan.

“AI tidak akan menggantikan peran ASN. Teknologi ini berfungsi sebagai asisten cerdas yang membantu mempercepat pekerjaan. Namun validasi data, analisis akhir, dan pengambilan keputusan tetap berada di tangan aparatur yang memiliki integritas,” tegasnya.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, Pemkot Tangsel telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, meningkatkan kompetensi ASN melalui pelatihan intensif, termasuk kemampuan prompt engineering yang dibutuhkan dalam pemanfaatan AI sehari-hari.

Kedua, pemerintah daerah tengah menyusun regulasi terkait tata kelola kecerdasan buatan guna menjamin keamanan dokumen negara serta perlindungan data kependudukan.

Ketiga, berbagai modul berbasis AI nantinya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem layanan digital Pemerintah Kota Tangerang Selatan sehingga seluruh proses pelayanan publik dapat berjalan lebih terhubung dan efisien.

Fokus pada Hasil Nyata

Diskominfo Tangsel menekankan bahwa workshop ini tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori. Setiap peserta didorong menghasilkan produk nyata yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Mulai dari penyusunan dokumen kerja, analisis data sektoral, hingga perumusan rekomendasi kebijakan menjadi indikator keberhasilan program tersebut.

“ASN perlu memahami perubahan ini dan mampu mengintegrasikan teknologi AI ke dalam tugas serta tanggung jawab mereka. Dengan dukungan analisis data yang lebih canggih, ASN dapat menemukan pola dan tren yang sulit dideteksi secara manual sehingga solusi yang dihasilkan menjadi lebih tepat dan efektif,” jelas Asep.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: