Harga Oli Makin Mahal, Ternyata Bukan Cuma Soal Rupiah dan Dolar AS
Fenomena kenaikan harga oli di tengah Rupiah yang tertekan atas Dolar AS-Federal Oil-
BACA JUGA:Motul Jadi Pemasok Resmi Pelumas McLaren di Ajang Formula 1
Menanggapi temuan di lapangan terkait kenaikan harga oli di tingkat ritel dan bengkel yang disebut mencapai 20 hingga 40 persen, Pertamina Lubricants menyatakan bahwa kebijakan harga perusahaan telah melalui mekanisme perhitungan internal yang matang.
Namun demikian, persentase kenaikan harga di tingkat pengecer dapat berbeda karena adanya kebijakan masing-masing distributor maupun bengkel.
"Persentase kenaikan di tingkat ritel atau bengkel memang dapat berbeda tergantung kebijakan masing-masing pihak," terang Rika.
Ia menambahkan, sistem distribusi yang diterapkan perusahaan dirancang untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus menciptakan harga yang kompetitif bagi konsumen akhir.
Selain itu, Pertamina Lubricants terus melakukan pemantauan terhadap jaringan distribusi resmi guna memastikan pasokan produk tetap tersedia di pasar dengan kualitas yang terjaga.
Perusahaan juga mengklaim terus menjalankan berbagai program efisiensi operasional serta optimalisasi rantai pasok untuk menekan biaya produksi.
BACA JUGA:Raih Top Brand Award 2025, Federal Oil Tegaskan Dominasi di Pasar Pelumas Motor
Kenaikan harga pelumas di pasar turut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi meningkatnya peredaran oli palsu maupun oli rekondisi.
Menanggapi hal tersebut, Pertamina Lubricants memastikan telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan produk asli di pasar.
Dengan demikian, kenaikan harga oli yang dirasakan konsumen merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan dalam rantai pasok industri pelumas.
Mulai dari gejolak harga bahan baku global, fluktuasi nilai tukar, biaya distribusi, hingga kebijakan harga di tingkat pengecer.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menuntut pengawasan yang lebih ketat terhadap peredaran produk palsu agar konsumen tidak dirugikan.
REPORTER: Anisha Aprilia, Dimas Rafi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: