Harga Oli Makin Mahal, Ternyata Bukan Cuma Soal Rupiah dan Dolar AS
Fenomena kenaikan harga oli di tengah Rupiah yang tertekan atas Dolar AS-Federal Oil-
Ia mengatakan apabila digunakan dalam waktu jangka panjang maka dapat mempercepat keausan komponen internal mesin, meningkatkan konsumsi bahan bakar, menurunkan performa kendaraan, hingga menyebabkan kerusakan berat yang biaya perbaikannya jauh lebih mahal.
“Oli adalah darah bagi mesin. Ketika masa pakainya diperpanjang atau kualitasnya tidak sesuai spesifikasi, kemampuan pelumasan, pendinginan, dan pembersihan mesin akan menurun,” jelasnya.
BACA JUGA:Solusi Kebutuhan Mesin Kendaraan Modern, Pelumas PCMO Motul Sudah Berstandar API SQ
Dari perspektif defensive driving, kendaraan yang tidak dirawat dengan baik juga berisiko mengalami kegagalan mekanis saat digunakan di jalan, yang dapat membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Jusri mendorong pemerintah memperkuat pengawasan rantai distribusi suku cadang serta memberantas peredaran produk palsu secara konsisten.
Selain itu, peningkatan kandungan lokal dan pengembangan industri komponen dalam negeri dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor.
“Yang tidak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan suku cadang yang sesuai standar. Perlindungan konsumen tidak hanya soal harga yang terjangkau, tetapi juga memastikan produk yang beredar aman dan memenuhi spesifikasi teknis yang dibutuhkan kendaraan,” ujar dia.
BACA JUGA:Rexco Ramaikan IIMS 2026, Tampilkan Solusi Pelumas Andalan
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan perawatan preventif, mengikuti jadwal servis berkala, menggunakan suku cadang sesuai spesifikasi, serta membeli produk dari jaringan resmi atau penjual terpercaya.
“Biaya perawatan kendaraan bukan sekadar pengeluaran, melainkan investasi keselamatan. Perawatan yang tepat selalu lebih murah daripada menanggung risiko kecelakaan atau kerusakan besar,” kata Jusri.
Kekhawatiran meningkatnya peredaran oli palsu tidak bisa dilepaskan dari kenaikan harga yang terjadi di pasar. Dari sisi industri, produsen pelumas menyebut lonjakan harga dipengaruhi berbagai faktor di tingkat hulu, mulai dari harga bahan baku hingga dinamika rantai pasok global.
BACA JUGA:Federal Oil Bongkar Praktik Pelumas Abal-Abal, Penggerebekan Terbaru di Kaltim
PT Pertamina Lubricants buka suara terkait kenaikan harga pelumas yang belakangan terjadi di kalangan masyarakat di tengah melonjaknya sebagian tarif pasar.
Perusahaan menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak semata-mata dipengaruhi oleh satu faktor, melainkan kombinasi berbagai aspek mulai dari harga bahan baku global, kondisi rantai pasok, hingga dinamika pasar domestik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: