Iran Tutup Selat Hormuz dan Ancam Langkah Lanjutan, AS Bantah Kendali Teheran
Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz, AS Pastikan Jalur Pelayaran Tetap Berjalan---Wikimedia Commons
JAKARTA, DISWAY.ID - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran dan distribusi energi paling strategis di dunia.
Langkah tersebut diumumkan kurang dari dua hari setelah Teheran memperkenalkan sistem perizinan baru bagi kapal yang melintasi kawasan tersebut.
Menurut laporan media Iran, keputusan itu diambil oleh komando pusat negara tersebut dengan alasan adanya dugaan pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Iran juga menuding Israel masih melakukan operasi militer di wilayah Lebanon Selatan yang dianggap bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata.
Pemerintah Iran menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai tahap awal respons terhadap situasi yang berkembang.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa langkah lanjutan dapat diambil apabila ketegangan terus meningkat.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa seluruh kapal diminta tidak mendekati kawasan tersebut karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BACA JUGA:Memanas! Iran Umumkan Tutup Selat Hormuz Lagi, Amerika Serikat Langsung Bereaksi
Jalur Strategis Dunia di Bawah Pengawasan Ketat
Selat Hormuz memiliki posisi yang sangat vital bagi perdagangan global, khususnya distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk.
Iran menguasai jalur utara selat melalui wilayah perairannya di sekitar Pulau Larak.
Sementara itu, jalur pelayaran internasional yang selama ini digunakan kapal-kapal dagang disebut masih menghadapi berbagai pembatasan.
Iran sebelumnya juga menerbitkan mekanisme baru terkait izin pelayaran di kawasan tersebut melalui Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA).
Di sisi lain, Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) sebelumnya telah mengeluarkan panduan terbaru mengenai jalur selatan yang berada di wilayah perairan Oman.
Jalur tersebut dikoordinasikan bersama lembaga NCAGS Amerika Serikat yang bertugas memberikan panduan navigasi bagi kapal-kapal sipil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: