UIN Jakarta Segera Jadi PTKIN Perdana Berstatus PTNBH, Kampus Jamin Tak Berujung Kenaikan UKT
Perkembangan usulan PTNBH disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar di sela The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities (AIUA) di UIN Jakarta, Rabu 24 Juni 2026. --Moh. Purwadi
Saat ini UIN Jakarta mempunyai sejumlah aset komersial yang bisa menjadi pundi - pundi pemasukan keuangan bagi kampus.
Sehingga pendanaan kampus tidak sebatas dari APBN dan kantong mahasiswa.
Perubahan status menjadi PTNBH tidak akan berujung pada kenaikan biaya kuliah. Pasalnya biaya kuliah nantinya tetap mengacu pada aturan uang kuliah tunggal (UKT).
Asep menegaskan status PTNBH murni untuk meningkatkan kemandirian kampus. Dia menyebut UIN Jakarta merupakan kampus negeri yang cukup senior di bawah naungan Kemenag.
BACA JUGA:Status PTNBH Pengaruhi Rangking
"Kami siap jadi milestone Kemenag untuk mempunyai kampus PTNBH," jelasnya.
Asep mengatakan kemandirian kampus sangat penting. Supaya bisa lebih lincah dalam berlari meningkatkan kualitasnya. Termasuk di bidang peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan inovasi.
Kegiatan yang diikuti kampus-kampus Islam se-Asia Tenggara itu menghadirkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai pembicara utama.
Dia menekankan kampus harus bisa jadi pusat peningkatan IPTEK dan kewirausahaan di kalangan umat Islam. Sehingga bisa memenangkan percaturan politik global.
BACA JUGA:Resmi Jadi PTNBH, UNJ Ubah Nama 4 Fakultas Ini
JK mencontohkan posisi Iran di tengah serangan AS. Dia menyebutkan Iran sejatinya sudah memenangi peperangan dengan AS. Sampai akhirnya AS setuju berunding untuk damai.
"Kunci dari Iran adalah penguasaan teknologi dan budaya," tandasnya.
Iran berhasil mengembangkan teknologi drone dan rudal untuk pertahanan mereka. Sehingga bisa menghadapi gempuran AS beserta sekutunya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: