Pemulihan Infrastruktur Aceh Berlanjut, Perbaikan Jembatan Dipercepat
Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan telah mencapai 83,72 persen. Jembatan lama yang rusak akibat bencana dibongkar dan digantikan dengan konstruksi baru yang lebih kokoh dan aman untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.-Istimewa-
Hingga 1 Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 72,79 persen. Pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi proses curing beton serta fabrikasi besi pelat injak sebagai bagian dari tahapan penyelesaian konstruksi.
Selain jembatan, Kementerian PU juga melakukan penanganan secara permanen pada sejumlah ruas jalan nasional di Aceh.
Salah satunya di 13 ruas jalan nasional pada Koridor Lintas Timur, di antaranya ruas Beureunuen–Batas Pidie Jaya, Meureudu–Bireuen, Peureulak–Langsa hingga Kuala Simpang–Batas Sumatera Utara.
BACA JUGA:Harga Mulai Rp2 Jutaan! Inilah HP RAM 24 GB Paling Worth It untuk Gaming dan Multitasking
Adapun di Lintas Barat, pekerjaan difokuskan pada dua ruas jalan, yakni Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya dan Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhokseumot – Jeuram.
Untuk di Lintas Tengah Aceh, sebanyak 13 jembatan dan 322 titik longsor sudah tertangani dengan fungsional.
Dari 13 jembatan tersebut, 10 diantaranya akan ditangani permanen tahun ini. Penanganan mencakup sejumlah lokasi yang tersebar mulai dari wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara hingga Bener Meriah.
Pekerjaan yang dilaksanakan selain memperbaiki badan jalan dan jembatan, dilaksanakan juga penguatan lereng dan tebing sungai untuk meminimalisir risiko.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: