Pelamar Lowongan Padat Karya Tembus 132 Ribu Orang, Pramono: Tak Boleh Ada Ordal!

Kamis 09-07-2026,19:56 WIB
Reporter: Cahyono |
Pelamar Lowongan Padat Karya Tembus 132 Ribu Orang, Pramono: Tak Boleh Ada Ordal!

Selain wajib ber-KTP Jakarta, pelamar juga harus tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pada kelompok kesejahteraan Desil 1 hingga 5.-Diaway/Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pelamar lowongan kerja skema padat karya mencapai 132.627 orang dari 2.843 yang dibutuhkan.

Karena jumlah pelamar telah melebihi kuota yang dibutuhkan, proses rekrutmen lowongan padat karya telah ditutup.

BACA JUGA:Ucapan Mamah Dedeh Soal Orang yang Gak Mau Punya Anak Otaknya Tak Normal Diperdebatkan: Jangan Dibantah!

"Sekarang ini sudah tahap pertama dan kedua sudah selesai untuk 2.843 lowongan yang mendaftar 132.627 pelamar," kata Pramono di RPTRA Bhineka, Jakarta Selatan pada Kamis, 9 Juli 2026.

Saat ini rekrutmen padat karya sambung Pramono sudah masuk tahan seleksi.

Pramono meminta pada masing-masing dinas penyedia padat karya agar proses seleksi dilakukan secara transparan.

BACA JUGA:Prabowo Resmikan B50, Indonesia Cetak Rekor sebagai Negara Pertama di Dunia

Pramono menekankan tidak boleh ada praktik orang dalam (ordal) dan orang titipan dalam rekrutmen padat karya ini.

Pasalnya lowongan kerja padat karya dibuka sebagai upaya Pemprov DKI memberikan bantalan sosial bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Adapun untuk tahap awal penyerapan tenaga kerja padat karya difokuskan pada empat perangkat daerah yang memiliki serapan anggaran infrastruktur dan pemeliharaan lingkungan paling besar.

BACA JUGA:Ketika Natalius Pigai Kalah Digugat Pegawai Kementerian HAM

Empat perangkat daerah tersebut meliputi, Dinas Bina Marga (DBM), Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Dinas Sumber Daya Air (DSDA), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Semuanya transparan dan saya minta kepala dinas masing-masing merupakan orang

yang memutus terakhir supaya tidak ada titipan dan sebagainya karena ini memang betul-betul digunakan untuk bantalan sosial ketika tekanan ekonomi sedang seperti ini," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait