Gelar Khitanan Massal Lebih dari 2.000 Anak, Pemprov DKI Pecahkan Rekor MURI

Rabu 08-07-2026,14:33 WIB
Reporter: Cahyono |
Gelar Khitanan Massal Lebih dari 2.000 Anak, Pemprov DKI Pecahkan Rekor MURI

Pramono Anung mengatakan, jumlah peserta khitanan massal ini melampaui target awal sebanyak 2.000 anak yang digelar di enam wilayah administrasi Jakarta pada 23 Juni–8 Juli 2026-dok Disway-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar khitanan massal Massal di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.

Program khitanan massal hasil kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PAM JAYA dan Tim Penggerak (TP) PKK DKI Jakarta ini diikuti oleh 2.445 peserta.

BACA JUGA:Heboh Gadis 13 Tahun di India Dirudapaksa 30 Pria selama 5 Hari, Pelaku Diarak dan Dipukuli Warga

Dengan banyaknya jumlah peserta, Pemprov DKI diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, jumlah peserta khitanan massal ini melampaui target awal sebanyak 2.000 anak yang digelar di enam wilayah administrasi Jakarta pada 23 Juni–8 Juli 2026

Pramono mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses sekaligus menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA:Rayap Besi Kembali Marak di Jakarta, Pagar Terminal Kampung Melayu Ludes!

"Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta," ujarnya.

Menurut Gubernur Pramono, penghargaan Rekor MURI menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat Jakarta yang sehat, produktif, dan berdaya.

BACA JUGA:Puncak Musim Kemarau Diprediksi Juli-September 2026, BMKG Imbau Warga Siapkan Mitigasi!

"Bagi kami, layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya. Program seperti Khitanan Massal ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak," katanya.

Pramono juga mengapresiasi PAM JAYA, TP PKK Provinsi DKI Jakarta, Daya Wanita PAM JAYA, Komunitas Kebaya Jakarta, serta seluruh tenaga kesehatan yang telah menyukseskan penyelenggaraan khitanan massal tahun ini.

Untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027, Gubernur Pramono menargetkan jumlah peserta Khitanan Massal meningkat menjadi 5.000 anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait