Penyeragaman Warna Kemasan dan Ilusi Keberhasilan Pengendalian Tembakau
Paido Siahaan - Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO): Wacana penerapan kemasan polos atau plain packaging pada produk tembakau di Indonesia perlu dibahas secara jernih dan proporsional.-dok disway-
Dengan demikian, produksi Indonesia sekitar 91 ribu ton atau kurang lebih 35 persen lebih besar daripada produksi gabungan negara-negara pembanding tersebut.
Perbandingan ini bersifat indikatif karena definisi dan metode kompilasi statistik nasional dapat berbeda, tetapi tetap menunjukkan besarnya basis produksi dan signifikansi sektor hulu tembakau Indonesia.
Lebih dari itu, produksi sektor hulu yang besar adalah indikasi masifnya rantai ekonomi tembakau di Indonesia yang panjang dan komplit ekosistemnya.
Sektor ini melibatkan petani tembakau dan cengkih, buruh tani, perajang, pengering dan pengelola gudang, pekerja pabrik dan pelinting sigaret kretek tangan, produsen kertas, filter dan kemasan, hingga pekerja logistik, distributor, pedagang, pengecer, hingga eksportir.
Pada September 2025, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza kembali menyebut bahwa ekosistem industri hasil tembakau menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja.
Angka tersebut harus dipahami sebagai estimasi ekosistem luas dari hulu sampai hilir, baik jumlah pekerja yang seluruhnya tercatat langsung sebagai karyawan pabrik rokok maupun pekerja yang secara tidak langsung bergantung pada tembakau.
Besarnya penyerapan tenaga kerja memang tidak serta membuat aspek kesehatan masyarakat dapat diabaikan.
Namun, data tersebut menunjukkan bahwa setiap perubahan regulasi harus disertai rencana transisi yang nyata. Ekstensifikasi pemanfaatan tanaman pada petani, peningkatan keterampilan, perlindungan buruh padat karya, akses pembiayaan, serta penciptaan lapangan kerja alternatif harus disiapkan sejak awal.
Tanpa perencanaan tersebut, beban kebijakan berisiko dipindahkan kepada petani, buruh, dan pedagang kecil yang mempunyai daya tawar paling lemah.
BACA JUGA:Marak Kasus Vape terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba, Industri Buka Suara
Peredaran produk ilegal juga harus menjadi bagian penting dalam kajian kebijakan. Australian Bureau of Statistics atau ABS pada Juni 2026 menerbitkan estimasi eksperimental yang menyatakan bahwa sumber ilegal menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh konsumsi produk nikotin di Australia yang diukur pada 2025.
Sejak 2017 jumlah penduduk Australia tercatat tumbuh sekitar 14 persen, tetapi jumlah produk nikotin yang dikonsumsi diperkirakan meningkat hampir 40 persen, sementara konsumsi produk tembakau legal turun menjadi kurang dari sepertiga tingkat 2017. Seperti Türkiye, Australia juga menerapkan kebijakan kemasan polos.
Di Eropa, studi KPMG untuk tahun konsumsi 2025 memperkirakan terdapat 41,8 miliar batang rokok ilegal di Uni Eropa, setara dengan 10,3 persen dari konsumsi keseluruhan.
Pangsa rokok ilegal diperkirakan mencapai 41,4 persen di Prancis, 24,8 persen di Belgia, dan 22,1 persen di Belanda.
Di Asia Tenggara, studi Euromonitor yang diterbitkan pada 2026 dengan data pasar 2024 memperkirakan pangsa rokok ilegal di Thailand sebesar 22,6 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: