Di Sekolah Khusus, Kepala PPATK Beberkan Hal Penting yang Tak Boleh Diabaikan dalam Program MBG

Jumat 17-07-2026,16:35 WIB
Di Sekolah Khusus, Kepala PPATK Beberkan Hal Penting yang Tak Boleh Diabaikan dalam Program MBG

Ivan Yustiavandana, meninjau langsung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis CSR Swasta oleh Grab–OVO dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB) melalui kunjungan ke Sekolah Khusus Negeri 01 Balaraja, Kabupaten Tangerang. --istimewa

Program MBG Grab–OVO merupakan inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis nasional. 

BACA JUGA:Distribusi MBG Kembali Berjalan, BGN Tinjau Langsung Pelaksanaan di Sejumlah Sekolah dan SPPG

Seluruh pendanaan berasal dari dana CSR Grab–OVO bersama dukungan berbagai mitra swasta yang bersifat nirlaba. 

Melalui pendekatan kolaboratif, program ini dirancang untuk melengkapi pelaksanaan MBG pemerintah dengan menitikberatkan pada keamanan pangan, tata kelola yang akuntabel, serta dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari implementasi Program MBG Swasta, Grab–OVO memanfaatkan sistem pemantauan digital yang memungkinkan proses penyediaan makanan dipantau secara real-time, mulai dari kesiapan dapur mitra UMKM, proses distribusi, hingga makanan diterima oleh sekolah.

Sistem ini membantu memastikan setiap tahapan pelaksanaan memenuhi standar keamanan pangan, terdokumentasi dengan baik, serta memungkinkan identifikasi dan mitigasi potensi risiko yang tidak diinginkan secara lebih dini.

Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab–OVO, yang mencakup sistem monitoring operasional, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center, program MBG menerapkan standar keamanan makanan yang lebih konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:MBG Hari Pertama Sekolah, Waka BGN Minta Menu Wajib Ada Protein Hewani

Neneng Goenadi, CEO Grab Indonesia, menyampaikan dukungan CSR swasta dari Grab dan OVO ini dirancang untuk menciptakan dampak ganda. 

“Di satu sisi, kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah sebagai calon penerus bangsa. Di sisi lain, seluruh penyediaan makanan ini sepenuhnya memberdayakan mitra UMKM lokal dan mitra pengemudi di ekosistem kami. Kehadiran dan peninjauan langsung dari Kepala PPATK memotivasi kami untuk terus memastikan bahwa komitmen ini berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya. 

Seluruh proses operasional program didukung oleh sistem digital yang terdokumentasi secara menyeluruh, mulai dari deklarasi kesiapan mitra UMKM, konfirmasi pengiriman, dokumentasi distribusi, hingga umpan balik dari pihak sekolah. 

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program, tetapi juga menjadi dasar bagi evaluasi dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan melalui pendampingan kepada para mitra UMKM.

Lebih lanjut Cahaya Manthovani, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, menyampaikan bagi anak-anak, khususnya anak berkebutuhan khusus, akses terhadap makanan bergizi bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kesehatan, kemampuan belajar, dan tumbuh kembang mereka. 

BACA JUGA:MBG Perdana Setelah Libur Sekolah, Wakil Kepala BGN Tinjau Pelaksanaan Program MBG di Jakarta Pusat

“Yang kami lihat dari implementasi Program MBG CSR Swasta Grab–OVO dan YIPB adalah adanya perhatian yang menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan makanan yang diterima anak-anak. Melalui pemanfaatan teknologi, setiap proses mulai dari dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah dapat dipantau dengan baik, sehingga memberikan rasa percaya bagi sekolah, orang tua, maupun seluruh pihak yang terlibat bahwa makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: