Dampak Program Makan Bergizi Gratis, PAD Kota Pekanbaru Melesat hingga Rp1,2 Triliun
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, membawa kabar yang sangat mengejutkan bagi seluruh warga dalam sesi wawancara terbaru. Lonjakan pendapatan daerah kali ini benar-benar mencetak sejarah baru yang luar biasa.-Dok. Istimewa-
PEKANBARU, DISWAY.ID -- Penerapan program strategis nasional di tingkat daerah terbukti memberikan dampak signifikan terhadap struktur keuangan daerah. Di Kota Pekanbaru, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan menjadi salah satu faktor pendorong lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat masifnya aktivitas ekonomi dan rantai pasok pangan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengungkapkan bahwa realisasi kas PAD Kota Pekanbaru saat ini mengalami pertumbuhan positif yang cukup besar hingga menyentuh angka Rp1,2 triliun, meningkat dari basis pendapatan sebelumnya yang berada di kisaran Rp800 miliar.
“Kenaikan PAD ini tentu dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini berjalan. Program ini memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi di daerah,” ujar Agung Nugroho dalam keterangan resminya di Pekanbaru.
BACA JUGA:Atasi Masalah Daya Tampung, Pemko Pekanbaru Tanggung Biaya Sekolah di 23 SMP Swasta dan 15 MTs
Efek Domino Terhadap Sektor Pajak Kuliner Daerah
Berdasarkan analisis data dari Badan Pendapatan Daerah, kebijakan pemenuhan gizi ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) pada sektor perpajakan. Indikator kenaikan paling signifikan tercatat pada sektor penyerapan pajak makanan dan minuman.
Kinerja setoran pajak dari sektor kuliner dan penyedia jasa boga tersebut mengalami pertumbuhan performa hingga 32 persen pada triwulan pertama tahun berjalan. Pemkot Pekanbaru menilai capaian ini sebagai indikator positif meningkatnya aktivitas transaksi ekonomi lokal.
Peningkatan daya serap ini juga didorong oleh aktifnya ekosistem rantai pasok, mulai dari peningkatan omzet pelaku UMKM penyedia bahan baku, sektor transportasi logistik pengantaran, hingga pembukaan lapangan kerja baru pada sektor produksi dapur umum di tingkat wilayah.
BACA JUGA:Perkuat Stabilitas Keuangan, Wali Kota Pekanbaru Koordinasi dengan DJPb Riau Bahas TKD dan UMKM
Omzet Usaha Mikro dan Kantin Sekolah Dipastikan Tetap Stabil
Di sisi lain, Pemkot Pekanbaru mematahkan spekulasi negatif yang sempat beredar terkait potensi penurunan pendapatan para pedagang kecil dan pengelola kantin di lingkungan satuan pendidikan akibat adanya pembagian makanan gratis kepada siswa.
Menurut pantauan dan monitoring tim teknis di lapangan, aktivitas belanja siswa di kantin sekolah untuk komoditas camilan, minuman segar, serta kelengkapan penunjang harian lainnya terpantau tetap berjalan normal.
Alokasi uang saku harian siswa dinilai mengalami pergeseran konsumsi dan tidak mengalami penurunan volume pembelanjaan, sehingga pendapatan pelaku usaha mikro di kawasan pendidikan dipastikan tetap aman dan stabil.
BACA JUGA:Masih Ada 2.730 Kursi Kosong, Disdik Pekanbaru Buka Pendaftaran Susulan di 35 SMP Negeri
Melalui integrasi program pusat dan daerah yang berjalan selaras ini, Pemkot Pekanbaru optimis tren pertumbuhan ekonomi dan penguatan kemandirian fiskal daerah dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan hingga akhir tahun anggaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: