BPIP Bekali Calon Paskibraka Nasional 2026 dengan Ketahanan Digital dan Critical Thinking
Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar -Rafi Adhi-
JAKARTA, DISWAY.ID– Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terus memperkuat pembekalan bagi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Nasional 2026.
Kali ini, para peserta mendapat materi tentang ketahanan digital, kecerdasan buatan (AI), hingga pentingnya berpikir kritis agar tidak mudah terjebak disinformasi di era digital.
Pembekalan menghadirkan Gubernur Akademi Militer, Mayjen TNI Rano Tilaar yang juga merupakan Purna Paskibraka. Kehadirannya dinilai membangun kedekatan emosional dengan para calon Paskibraka karena pernah merasakan pengalaman yang sama.
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, mengatakan kegiatan ini masih bagian dari pembelajaran aktif sebelum sesi pelatihan intensif pekan depan.
"Hari ini adik-adik masih melaksanakan pembelajaran aktif sebelum mengikuti sesi pelatihan pada minggu depan. Kami bersyukur Bapak Gubernur Akademi Militer berkenan hadir untuk memberikan pembekalan, terutama mengenai ketahanan digital," ujar Rima, Kamis (23/7/2026).
Menurutnya, materi teknologi dipilih karena sangat relevan dengan tantangan generasi muda saat ini. Para Capaska bukan hanya bertugas mengibarkan bendera, tapi juga dipersiapkan sebagai Duta Pancasila dan calon pemimpin bangsa masa depan.
"Sebagai calon pemimpin Indonesia masa depan, mereka harus memahami ketahanan nasional, termasuk bagaimana menjaga bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Pertahanan saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyangkut ruang digital," tegas Rima.
Mayjen TNI Rano Tilaar mengaku merasa terhormat bisa memberikan materi. Baginya, kesempatan ini seperti reuni dengan masa lalunya sebagai Purna Paskibraka.
BACA JUGA:Keren! Siswa MAN 2 Kota Malang Unjuk Prestasi Olimpiade Sains di Eropa dan Asia Tengah
"Ini merupakan suatu kehormatan bagi saya. Selain sebagai Purna Paskibraka, saya juga pernah bertanggung jawab dalam latihan Paskibraka. Jadi ini seperti bereuni dengan masa lalu dan dengan generasi muda saat ini," sebutnya.
Rano menekankan bahwa setelah bertugas sebagai Paskibraka, para peserta akan kembali ke daerah masing-masing dan menjadi agen pemersatu masyarakat. Ia juga menyoroti tantangan disinformasi di era digital dan AI yang semakin masif.
"Era digitalisasi menghadirkan tantangan berupa dunia siber dan artificial intelligence. Disinformasi semakin masif sehingga generasi muda sering kali kesulitan melakukan klarifikasi terhadap informasi yang diterima," jelasnya.
Rima menambahkan, salah satu pesan utama adalah pentingnya critical thinking agar tidak terjebak dalam filter bubble di media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: