Independensi Habibie

Independensi Habibie

Pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan keberlangsungan kepemimpinan lembaga tetap berjalan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI-disway.id/Anisha Aprilia -

Perry Warjiyo tidak sakit. Tapi tiba-tiba saja ia mundur dari jabatan gubernur bank sentral Indonesia. Tentu juga bukan karena malu kok kurs rupiah begini lemahnya. Padahal salah satu tugas utama bank sentral adalah menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.

Tugas utama lain bank sentral Anda sudah tahu: menjaga tidak terjadi inflasi yang tecermin dari naiknya harga-harga. Hanya di Amerika Serikat bank sentralnya punya tugas utama lain: menjaga agar tersedia cukup lapangan kerja.

Maka spekulasi pun seperti jamur di musim jamur. Spekulasi terbanyak adalah "akibat tekanan pemerintah".

Anda sudah tahu: nilai tukar rupiah mengalami kemerosotan yang tajam sejak Januari 2025. Itu sama saja dengan mempermalukan Presiden Prabowo Subianto: baru tiga bulan menjabat rupiah jatuh: menjadi Rp16.255 per USD. Kejatuhan itu terus berlangsung sampai menjelang dua tahun masa jabatan Presiden Prabowo.

Tapi Presiden tidak bisa memecat seorang gubernur Bank Indonesia. Sejak tahun 1999 Bank Indonesia independen: agar tidak terjadi lagi krisis moneter. Anda belum lahir: tahun 1988 negara Anda ini dilanda krisis moneter yang luar biasa. Sampai Presiden Soeharto meletakkan jabatan.

Sejak itu pemerintah tidak bisa lagi mencampuri kebijakan bank sentral. Prabowo pasti uring-uringan melihat kurs yang mencoreng wajahnya. Padahal masa jabatan Perry masih dua tahun lagi. Kalau rupiah tidak bisa bangkit itu pertanda buruk bagi rapor masa jabatan pertama Prabowo.

Maka satu-satunya jalan, Perry harus di-OJK-kan. Waktu bursa saham tersungkur beberapa bulan lalu Ketua Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, mengundurkan diri. Tertanggal 30 Januari 2026. Tidak hanya Mahendra seorang. Seorang deputinya, Inarno Djajadi ikut mundur.

Setelah itu seorang wanita dipilih sebagai ketua OJK yang baru: Friderica Widyasari Dewi. Anda sering memanggilnyi Kiki.

Di Bank Indonesia hanya Perry yang mundur. Seperti juga di OJK seorang wanita ditampilkan untuk menjadi pimpinan BI sementara: Destry Damayanti. Dia alumnus Universitas Indonesia Jakarta yang meraih gelar doktor di Cornell University Amerika Serikat.

Tentu Perry punya prestasi besar: QRIS lahir di masa ia jadi gubernur bank sentral. Indonesia sangat maju dalam pengembangan uang digital. Secara internal Perry adalah pribadi yang menyenangkan. Suka menyanyi. Suka bergurau. Baru Perry gubernur bank sentral Indonesia yang dipilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Secara eksternal kepemimpinan bidang keuangannya tidak menonjol. Dalam menjaga kurs dan inflasi tidak cukup mengandalkan kebijakan BI saja. Harus ada koordinasi dengan banyak lembaga. Di sini terlihat Perry tidak ambil posisi di depan. Ia seperti kalah agresif dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

Bisa saja Perry jadi ''tertuduh'' melemahnya kurs rupiah yang begitu berat. Atau ia hanya jadi kambing hitam yang harus disembelih. Analis akan mengamati apa yang akan terjadi sebelum dan setelah Perry mundur. Adakah bukti pemerintah telah ikut campur di BI.

Kekhawatiran akan campur tangannya pemerintah itulah yang membuat pasar kian tidak percaya. Kemarin rupiah kembali anjlok melewati Rp 18.000 per dolar.

Tentu tidak mudah bagi pemerintah untuk tidak ikut campur. Presiden Donald Trump pun menekan bank sentral Amerika sekuat tenaga. Terutama karena ia ingin suku bunga dibuat lebih rendah. Hanya saja Federal Reserve di Amerika tidak pernah takut kepada Presiden Trump –atau presiden siapa pun.

Apalagi di Jerman. Deutsche Bundesbank dikenal yang paling independen di dunia. Sistemnya dibuat sangat independen. Sampai masa jabatan pimpinan Deutsche Bundesbank dibuat tidak sama dengan masa jabatan pemerintah. Masa jabatan Deutsche Bundesbank dibuat delapan tahun.

Ketika Uni Eropa membentuk bank sentral Eropa mereka tidak mengadopsi sistem di Amerika atau Inggris. Tapi meng-copy sistem independensi Jerman.

Bukan hanya sistemnya. Independensi Deutsche Bundesbank sudah sangat membudaya. Rakyat akan marah kalau ada selentingan pemerintah ikut campur. Sistem sudah menyatu dengan budaya. Budaya menyatu dengan sistem.

Orang seperti Prof B.J. Habibie pun menjiwai budaya itu. Sebagai orang yang tinggal dan ikut sistem Jerman, Pak Habibie tahu apa yang harus diperbuat ketika tiba-tiba jadi presiden Indonesia. Meski Pak Harto sudah membudayakan Bank Indonesia bagian dari pemerintah Prof Habibie langsung menyatakan tidak mau ikut campur urusan bank sentral.

Konon sikap Presiden Habibie seperti itu yang membuat rupiah menguat luar biasa di masa jabatannya yang hanya satu tahun: dari sekitar Rp16.000 per dolar ke Rp8000/dolar.

Di Indonesia, seandainya pun presiden tidak ikut campur, aroma politik Bank Indonesia sangat dalam. Itu karena gubernur Bank Indonesia dipilih oleh DPR –atas calon yang diajukan pemerintah. BI pun tidak bisa berkutik ketika harus memberi jatah rupiah kepada mereka yang memilihnya.

Yang seperti itu yang membuat BI sulit independen –termasuk bisa saja pilihan mundur adalah lebih baik dari pada dikaitkan dengan aib besar itu. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 27 Juli 2026: Abu Putih

Mujiburohman Abas

Mengapa tulisan Abah pagi ini tidak menyebut IPDN (Institut Pemerintahan dalam Negeri). Apakah lulusannya tidak layak bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri yang lain untuk mendaftar S2 di URI? Apakah karena selama ini lulusan IPDN seolah-olah hanya menghasilkan pegawai rendah sekelas prajurit di pemda-pemda. Dulu lulusan IPDN banyak yang langsung ditunjuk menjadi lurah. Sekarang yang paling sering terjadi, mereka menjadi asisten pribadi bupati/walikota. Yang harus datang sangat pagi sebelum majikannya bangun, dan harus pulang tengah malam setelah majikannya tidur. Saya menduga presiden bukan mendirikan kampus-kampus baru URI, tapi mentransformasi IPDN menjadi universitas yang di dalamnya ada program studi magister.

Echa Yeni

Birokrasi yg hebat adalah birokrasi yg korupt tpi tidak ketahuan. Wes smntara ngunu thok wae.

Hendri Ma'ruf

Saya sangat bagian ini: "Memperbanyak calon hebat di tengah masyarakat adalah 'obat' yang baik untuk mengatasi kelemahan demokrasi. Anda sudah tahu kelemahan demokrasi: yang terpilih belum tentu yang hebat, yang hebat belum tentu terpilih." Masalah pengembangan kepemimpinan di Indonesia sering terantuk-antuk alias sering gagal karena lahan besarnya yang bernama budaya tidak cukup subur untuk rumbuh-kembangnya jalur karir kepemimpinan yang sehat. Jalur karir (yang dikenal orang swasta dengan sebutan 'career path') kepemimpinan di dunia birokrasi Indonesia tidak menetap dalam sebuah sistem yang 'ajeg' (yang solid & stabil). LAN (Lembaga Administrasi Negara) sebenarnya punya. Tapi apalah daya LAN kalau politik adalah panglima. Tinggal beberapa hari lagi, genap 81 tahun usia proklamasi kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Tetapi selama 81 tahun, Indonesia ternyata masih mencari cara dan bentuk/model pengembangan kepemimpinannya. Yang namanya perubahan adalah dalam konteks penyempurnaan berkelanjutan (continuous improvement), bukan perubahan total. Sepertinya, ada 'pembisik Raja' yang perlu dilatih supaya menjadi pembisik yang berkemampuan teknokrasi supaya jangan selalu terjadi Penguasa baru datang dengan ide perubahan baru. Apa saja diubah.

Herry Isnurdono

Prabowo punya ide agar para Mentri, Gubernur dan Bupati, harus ikut retret di Magelang. Hasilnya ada Gubernur dari PKB ditangkap OTT KPK. Banyak Bupati/Walkot ditangkap. Setelah itu PS bikin MBG dan KMP. Hasilnya 3 orang Petinggi BGN ditangkap Kejagung. KMP tinggal menunggu waktu aja. Sekarang Prabowo bikin Univ. RI, Wamen Pertahanan dilantik sebagai Gubernur. Kita tunggu DPR akan menolak anggaran utk Univ. RI ? Biar Univ. RI dibiayai dari dana MBG. Jelas2 sudah ada Lemhanas, lembaga utk pendidikan singkat/kursus utk pejabat Eselon 1, baik sipil maupun militer. Rata2 dari TNI/Polri minimal berpangkat bintang 1 utk jadi peserta kursus di Lemhanas. Jika dirasa belum sempurna, harusnya kurikulum Lemhanas yg dibenahi. Indonesia tidak kekurangan lembaga tinggi, ada UI & UGM & ITB dll. Juga LAN utk birokrat dan ASN. Ada Prasetya Mulya dll., utk sektor swasta. Presiden PS tidak belajar dari Megawati. Presiden incumbent bisa kalah di pilpres berikutnya. Tinggal 3 th pemerintahan PS. Masih banyak PR yg belum dibenahi. Antara lain bidang kesehatan dan pendidikan. Membuka lapangan kerja utk rakyat. Mengundang investor dari LN. Kemudahan Perpajakan utk UMKM dll. Bantuan pembiayaan utk UMKM. Rakyat sudah pintar, bisa melihat kemampuan dan kepintaran pemimpinnya dlm mengelola negara. Seharusnya belajar dari China dan para pemimpin China dlm memajukan bangsanya. Yg sudah bisa mengalahkan negara besar USA.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

KAPAL TNI AL TIBA DI VLADIVOSTOK UNTUK LATIHAN BERSAMA.. KRI I Gusti Ngurah Rai-332 akhirnya tiba di Vladivostok untuk mengikuti Latma ORRUDA 2026 bersama Angkatan Laut Rusia. Satgas dipimpin Kolonel Laut (P) Ahmad Makmur Ikhlas. Sebanyak 145 prajurit, satu helikopter Panther, dan satu tim Kopaska ikut ambil bagian. Kedatangan mereka disambut Asops Kasal Laksda TNI Yayan Sofiyan dan Asintel Kasal Laksda TNI Andy Kriswanto. Latihan dibagi dua tahap. 1) Harbour Phase untuk perencanaan operasi, diskusi profesional, dan interoperabilitas. 2) Lalu Sea Phase di laut, meliputi manuver taktis, komunikasi, operasi helikopter, hingga latihan khusus Kopaska. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan kemampuan tempur, tetapi juga memperkuat diplomasi maritim dan saling percaya di kawasan Indo-Pasifik. Kapal perang memang membawa meriam. Namun, ketika berlayar untuk latihan bersama, ia juga membawa pesan yang lebih halus: Persahabatan antarangkatan laut.

Bahtiar HS

Keputusan membentuk URI mungkin ujug2 di mata kita, tp tidak di mata Prabowo. Ia sdh menuliskan gagasan2 itu dlm buku2nya. Dalam buku Strategi Transformasi Bangsa misalnya, fokus Prabowo adalah membawa Indonesia menguasai teknologi modern. Konsep URI yang mengintegrasikan penguatan karakter (nasionalisme) dg keahlian teknis (STEM) dan manajerial mrpkn blueprint yg sejalan dg strategi sains dan teknologi yang ia gagas dalam buku tersebut. Ini adalah landasan filosofisnya. Sdgkan URI mrpkn jawaban konkret dan taktis ktk sdh jd presiden dari tulisan2nya tt pentingnya memiliki akademi birokrat dg sistem penyaringan dan pelatihan kepemimpinan yg terpusat, ketat, serta bebas dari intervensi politik. Bahkan kadernya sdh disiapkan lwt jenjang di bawah melalui Sekolah Unggulan Garuda. Mungkin dia menganggap lembaga2 yg ada hasilnya adalah para birokrat dan pejabat yg membuat RI hari ini msh spt ini. Sekolah Garuda, URI adalah jawabannya dg membuat yg lain, yg baru. Hanya saja caranya kurang ciamik. Gak melibatkan yg lain, bahkan katanya gak mendengar nasihat dari yg lain. Coba Anda yg ring 1 Prabowo ksh tahu soal ini biar dia lbh wise. Pasti didukung banyak org. Gak perlu lwt MBG atau KMP utk naik lg 2029.

Muh Nursalim

Bukan. Bukan karena habis dari Perancis. Tapi ngalami dua tahun punya wakil yang kita semua tahu. Bukan soal ijazahnya. Tapi. Yaa begitulah. Prabowo super cerdas yang satunya kita sama-sama tahu. Maka lembaga pendidikan yg presiden gagas ini sebenarnya ingin menampar yang duduk disebalahnya. Bukan hanya nyindir tapi istilah orang kampung, "didublak sambel".

Ulik Kopi

Apa besok tema CHD masih isu lokal? Tentang mundurnya Gubernur BI Perrry Warjiyo? Sudut mana yang akan diambil? Apakah akan ada pertukaran rokade, Purbaya ke BI, lalu akan ada yang masuk sebagai menteri keuangan? Apakah itu Chatib Basri? Apa Abah DI akan bisa mengorek info alasan sebenarnya dari mundurnya PW? Banyak waktu untuk menggali informasi. Abah DI akan sangat antusias sepertinya. Jadi tidak sabar menunggu besok .

Murid SD Inpres

jadwal saya semenjak subuh buta sudah amat padat sekali.... 05.00 wib: latsarmil tipis-tipis, push-up 8 kali, sit-up 8 kali. kenapa 8 kali, karena angka 8 angka favorit presiden ke-8.... 05.30 wib: tadinya saya rutin sarapan dengan singkong rebus yang biasa saya cabut dari kebun belakang rumah, namun semenjak presiden ke-8 mewajibkan bahasa perancis, kini tiap pagi sarapan wajib saya tidak boleh tidak, harus croissant, crepes, baguette, coq au vin, quiche lorraine, semata supaya lidah saya makin cas-cis-cus berbahasa perancis... dan, oh.... minuman penutupnya, cabernet sauvignon.... anggarannya dari mana? tentu saja dari apbn, anggaran pribadi berkat nabung... 06.00 wib: sebagai tindak lanjut dari program wajib bahasa selanjutnya, portugis, saya juga mulai menamai unggas saya, anak itik dan anak ayam di pekarangan, dengan jenama portugis, seperti alfonso, fransisco, vicente, tomas, laurenco, miguel..... siapa tau anak-anak itik dan ayam saya bisa dibeli pt agrinas di bawah pimpinan pak joao angelo de sausa yang kebetulan berdarah portugis.... 07:00 wib: sekolah.... 09.00 wib: menikmati hidangan mbg..... saya kasih dulu ke ikan koi dan arwana peliharaan, kalau mereka tetap seger waras, berarti menu mbg-nya bagus, kalau ikan koi dan arwana saya klenger berbusa dan semaput, artinya menu mbg-nya sudah tidak layak santap.....

HONDA CBR150R

saya berharap abah bisa bedah buku : 1. Memberantas korupsi dengan korupsi. 2. Presiden Solusi. siapa tau ada ide buat bikin buku 'presiden segala masalah'

Liáng - βιολί ζήτα

Apakah sepulang dari Pittaburg mereka bisa melakukan pembaharuan birokrasi? Tidak mudah. Mereka ibarat satu titik putih di tengah bidang abu-abu yang besar. Mungkin saja Presiden Prabowo ingin memperbanyak titik titik putih itu. Siapa tahu abu-abunya jadi abu-abu keputih-putihan.(Dahlan Iskan) Apalah artinya hanya titik-titik putih pada permukaan bidang abu-abu yang sangat luas ?? Seperti seorang pengembara di hutan lebat yang teramat luas..... adakah manfaatnya suatu teriakan yang teramat keras sekalipun ?? Di hutan lebat yang teramat luas itu..... pemangsa tidak akan pernah peduli seberapa kilau-putih-Anda !! Mengapa tidak sekalian di cat putih saja permukaan bidang yang abu-abu itu ?? Anda Sudah Tahu, istilah kerénnya..... "di-reformasi" birokrasinya, sistemnya, kinerjanya.....

yea aina

Dulu, ada perusuh menulis komentar: jadikan infrastruktur IKN sebagai sarana universitas baru, daripada jadi istana kelelawar. Mangkrak. Gubenur dan wakil universitas baru sudah dilantik, kan gak lucu kalau belum ada bangunan fisik universitasnya. Sekalian mahasiswa yang kuliah di situ bisa "magang" sebagai prtinggi birokrat di sana. Tapi kan di IKN itu, belum seberapa ada orang yang mau tinggal dan menetap di sana. Gakpapa namanya juga magang, bisa belajar mengatur "penghuni hutan" di sekitarnya.

Jokosp Sp

Test masuk pegawai negeri itu susah ampun-ampun. Syarat dari administrasi, test pertama dan kedua berikutnya lebih sulit. Dari ratusan ribu hanya diambil puluhan orang. Artinya yang diterima ini benar-benar anak yang cerdas dan punya potensi luar biasa. Berarti sumberdaya awalnya bagus (kalau yang diterima itu murni, bukan dasarnya titipan pejabat). Namun begitu masuk ke lingkungan kerja yang bobrok, busuk, dan korup. Pilihannya ada dua: mau tetap bertahan dengan kejujurannya tetapi tersisihkan, atau ikut bobrok dengan atasan yang mengharuskan kerja dengan sistem yang dibuat korup?. Akhirnya ya seperti sekarang nyari institusi yang bersih tidak ada. Terus mau percaya ke siapa?. Tanya ke rumput yang bergoyang.

Juve Zhang

Waktu saya keliling Tiongkok mereka miskin dan melarat gaji sepupu di pedesaan cuma 100 Ribu Rp sebulan sangat miskin....bonus paling satu bulan gaji....datang "Lao ban gadungan" JZ kasih angpao 10 bulan Gaji dia....tentu dia terkejut....wkwkw....ini LaonBan Gadungan kok banyak uang....gaji saya saat itu sudah Juta Jut an bikin dia terkejut.....wkwkw... sekarang manakala gaji mereka sudah puluhan Jut Juta An giliran saya yg kaget jantungan....wkwk

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

BELAJAR DARI TIGA KAWAH CANDRADIMUKA DUNIA.. Kalau URI ingin menjadi sekolah birokrasi kelas dunia, referensinya sudah jelas. 1) Pertama, ENA—kini INSP—di Prancis. Institusi ini melahirkan banyak presiden, perdana menteri, diplomat, dan birokrat yang membentuk wajah administrasi modern Prancis. 2) Kedua, Civil Service College Singapura. Ukurannya bukan banyaknya lulusan, melainkan lahirnya birokrasi yang efisien, adaptif, dan berbasis inovasi. 3) Ketiga, Harvard Kennedy School di Amerika Serikat. Bukan sekolah kedinasan, tetapi menjadi pusat lahirnya pemikir dan perancang kebijakan publik yang berpengaruh di berbagai negara. Tiga lembaga itu memiliki satu kesamaan. Mereka tidak menjual ijazah. Mereka membangun kompetensi, karakter, dan kemampuan memecahkan persoalan publik. Karena itu, URI tidak perlu menjadi salinan ENA. Akan lebih bijak bila menggabungkan: 1) disiplin birokrasi Prancis, 2) efektivitas Singapura, dan 3) tradisi riset kebijakan ala Harvard Kennedy School. Jika tiga kekuatan itu bertemu, URI bukan hanya mencetak pejabat. Ia berpeluang melahirkan negarawan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

JANGAN SAMPAI LAHIR JURUSAN "ILMU RAPAT".. Kalau URI benar meniru ENA, saya usul satu mata kuliah wajib: Seni Mengakhiri Rapat Tepat Waktu. Bobotnya 6 SKS. Praktik lapangan. Yang melewati jadwal otomatis tidak lulus. Disusul mata kuliah "Menulis Memo Satu Halaman". Sebab, makin tebal laporan, sering kali makin tipis keputusan. Ini serius. Ini ada dasar ilmiahnya. Banyak penelitian administrasi publik menunjukkan bahwa organisasi yang efektif justru mengurangi birokrasi yang tidak perlu, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengukur hasil, bukan banyaknya dokumen. Karena itu, keberhasilan URI nanti jangan diukur dari megahnya kampus, panjangnya gelar, atau ramainya seremoni wisuda. Ukur saja berapa aturan yang berhasil disederhanakan, berapa izin yang dipercepat, dan berapa jam rapat yang berhasil dihemat. Kalau itu tercapai, rakyat akan berkata, "Akhirnya ada universitas yang lulusannya membuat negara bekerja lebih cepat, bukan membuat agenda rapat bertambah padat." Itu baru prestasi yang layak mendapat tepuk tangan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

APAKAH HANYA PRANCIS YANG PUNYA "ENA"? Ternyata tidak. Banyak negara memiliki sekolah serupa, meski namanya berbeda. 1) Amerika Serikat punya Harvard Kennedy School dan Maxwell School di Syracuse yang menjadi tempat lahir banyak pejabat publik. 2) Singapura memiliki Civil Service College untuk membentuk birokrat kelas dunia. 3) Korea Selatan mengembangkan National Human Resources Development Institute. 4) Jepang mengandalkan National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS). 5) Inggris memiliki Civil Service College, yang kini bertransformasi menjadi sistem pelatihan terpadu bagi aparatur negara. ### Benang merahnya sama. Mereka tidak mengejar jumlah mahasiswa. Mereka mengejar mutu kebijakan publik. Mata kuliahnya bukan sekadar teori administrasi, tetapi ekonomi publik, analisis data, kepemimpinan, negosiasi, hingga manajemen krisis. Karena itu, URI tidak perlu sibuk mencari keunikan nama. Yang lebih penting adalah membangun budaya akademik, seleksi yang sangat ketat, dan kurikulum bertaraf global. Kampus hebat tidak lahir dari gedung megah. Ia lahir dari tradisi berpikir kritis dan keberanian menghasilkan kebijakan yang benar, meski tidak selalu populer.

Hasyim Muhammad Abdul Haq

Saya mengoreksi tulisan bukan hanya masalah ejaannya sesuai KBBI atau tidak. Tak semua kata harus ada di KBBI. Kita sebagai penulis boleh saja memakai kata gaul yang mungkin tak ada di KBBI. Misal di awal tulisan CHDI hari ini ada kata "kuper" yang artinya kurang pergaulan. Kata kuper tentu tidak ada di KBBI tapi bagi saya itu tidak salah. Saya sendiri sering menulis memakai kata "nggak" yang itu tidak ada di KBBI. Tapi untuk tulisan ringan, kata itu menurut saya layak untuk dipakai. ttd editor

DeniK

Pilihan : sama sama hebat , sama sama pintar , sama sama berprestasi. Yang sama sama itu akan kalah oleh Paman yang jadi ketua MA . Democrazy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 146

  • DeniK
    DeniK
  • yea aina
    yea aina
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
  • yea aina
    yea aina
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
    • DeniK
      DeniK
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • HONDA CBR150R
    HONDA CBR150R
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Murid SD Inpres
    Murid SD Inpres
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • ikhwan guru sejarah
      ikhwan guru sejarah
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Tivibox
    Tivibox
    • Nusantara Hijau
      Nusantara Hijau
    • Tivibox
      Tivibox
  • WIRA
    WIRA
  • Ahmed Nurjubaedi
    Ahmed Nurjubaedi
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Ahmed Nurjubaedi
      Ahmed Nurjubaedi
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • Wilwa
      Wilwa
  • Eyang Sabar56
    Eyang Sabar56
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
    • Wilwa
      Wilwa
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Beny Arifin
    Beny Arifin
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Edyanto
      Edyanto
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Gerring Obama
    Gerring Obama
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Wilwa
      Wilwa
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Tivibox
      Tivibox
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Tivibox
      Tivibox
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Ivandi Hartha
    Ivandi Hartha
  • Tivibox
    Tivibox
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Runner
    Runner
  • Maman Lagi
    Maman Lagi
  • Way aja
    Way aja
  • Hendri Ma'ruf
    Hendri Ma'ruf
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
  • Pakdhe joyo Kertomas
    Pakdhe joyo Kertomas
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • DeniK
    DeniK
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
  • xiaomi fiveplus
    xiaomi fiveplus
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Kujang Amburadul
    Kujang Amburadul
  • DeniK
    DeniK
  • Eko Darwiyanto
    Eko Darwiyanto
    • Eko Darwiyanto
      Eko Darwiyanto
    • Wilwa
      Wilwa
  • Taufik Hidayat
    Taufik Hidayat
    • DeniK
      DeniK
    • Tivibox
      Tivibox
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Tivibox
      Tivibox
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Kujang Amburadul
      Kujang Amburadul
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • djokoLodang
    djokoLodang
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • rid kc
    rid kc
  • Ima Lawaru
    Ima Lawaru
  • Sugi
    Sugi
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Maman Lagi
      Maman Lagi
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Lègég Sunda
      Lègég Sunda
    • bitrik sulaiman
      bitrik sulaiman

Berita Terkait