Kemenkes Libatkan Ahli Gizi Terkemuka untuk Perbaiki Target dan Standar MBG

Rabu 29-07-2026,14:57 WIB
Reporter: Anisha Aprilia |
Kemenkes Libatkan Ahli Gizi Terkemuka untuk Perbaiki Target dan Standar MBG

pemerintah juga akan menetapkan standar gizi yang akan menjadi acuan penyusunan menu Program MBG.-Disway/Anisha Aprilia-

JAKARTA, DISWAY. ID-- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan bertemu dengan para ahli gizi terkemuka di Indonesia untuk menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan tersebut dilakukan sebelum 5 Agustus 2026.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembahasan dengan para ahli gizi telah dipersiapkan melalui draf yang disusun Kementerian Kesehatan.

BACA JUGA:Mulai dari Menu MBG sampai Kepala SPPG, BGN Bakal Buka-bukaan Operasional Dapur Secara Publik

"Sebelum 5 Agustus, Kementerian Kesehatan dan BGN akan duduk bersama dengan ahli-ahli gizi terkemuka Indonesia. Sudah ada drafnya di Kementerian Kesehatan," kata Budi di Kemenko Pangan, Rabu, 29 Juli 2026.

Budi mengatakan nantinya masukan dari para pakar itu akan menjadi dasar dalam menyempurnakan sasaran penerima manfaat sekaligus standar gizi program.

Ia menjelaskan pertemuan tersebut akan membahas dua hal utama.

BACA JUGA:Ancam Tutup Dapur MBG, Kepala BGN Sudaryono Siap Pecat Oknum PPPK yang Minta Gratifikasi

Pertama, menyempurnakan target penerima manfaat MBG agar lebih tepat sasaran, mulai dari jenjang sekolah, kelompok usia, lokasi pelaksanaan, hingga prioritas bagi daerah dengan prevalensi stunting tinggi, ibu hamil, dan balita.

"Kita akan duduk menentukan dua hal. Satu, targetnya ini kita mau refine. Sekolah mana yang mau dikasih, usia mana yang mau dikasih, SD-nya di mana, lokasinya di mana, fokusnya ke daerah stunting dan lain sebagainya, ibu hamil, ibu hamil yang bagaimana, balita yang bagaimana," ujarnya.

BACA JUGA:Mulai Pekan Depan, Publik Bisa Pantau Menu MBG Secara Online

Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan standar gizi yang akan menjadi acuan penyusunan menu Program MBG.

Berbagai alternatif bahan pangan yang sempat menjadi perhatian publik, seperti penggunaan susu, kacang-kacangan, maupun sumber protein lainnya, akan dikaji berdasarkan rekomendasi ilmiah dari para ahli gizi.

"Yang satu menentukan target, yang satu menentukan standarnya. Tadi sempat ramai, mau kasih kacang, mau kasih susu, mau kasih apa, itu nanti masuk," jelas Budi.

BACA JUGA:Belum Genap Sepekan Jadi Kepala BGN, Sudaryono Langsung Tutup 883 Dapur MBG dan Pecat 261 Pegawai

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: