Indonesia-Thailand Kejar Target Perdagangan Bilateral 20 Miliar Dolar AS pada 2030

Selasa 04-08-2026,00:23 WIB
Indonesia-Thailand Kejar Target Perdagangan Bilateral 20 Miliar Dolar AS pada 2030

Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul dalam rangka Second Leaders' Consultation di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.--Anisha Aprilia

JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Thailand berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi dengan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai USD 20 miliar pada 2030.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto usai menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul dalam rangka Second Leaders' Consultation di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimistis target perdagangan sebesar USD 20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Prabowo.

BACA JUGA:PM Anutin Puji Prabowo sebagai Ikon Militer, Bawa Tanda Kehormatan dari Jenderal Thailand

Dalam kunjungan PM Thailand ke Indonesia yang pertama dalam 15 tahun terakhir tersebut, Presiden Prabowo dan PM Anutin mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030 sebagai pedoman untuk memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.

Roadmap tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan kedua pemimpin di sela-sela ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina, pada Mei lalu, sekaligus menjadi perwujudan komitmen yang telah dibangun melalui mekanisme Leaders' Consultation sejak 2025.

Di bidang ekonomi, Indonesia dan Thailand juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, serta mempererat kemitraan antarpelaku usaha.

BACA JUGA:15 Tahun Vakum, Kunjungan PM Thailand Buka Babak Baru Hubungan RI-Thailand

Kedua negara juga akan membentuk Joint Trade Commission, mekanisme bilateral pertama dalam sejarah hubungan Indonesia–Thailand yang akan berfungsi mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus mengatasi hambatan perdagangan.

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," imbuh Presiden.

Di sektor energi, kedua negara mendorong penyelenggaraan Indonesia–Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.

BACA JUGA:PM Thailand Kunjungan ke Jakarta, PMJ Rekayasa Lalu Lintas Situasional

"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," lanjut Prabowo.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: