Pengakuan Mirwan Suwarso Bongkar Penyebab Pemain Indonesia Sulit Gabung Como 1907
Mirwan Suwarso sebagai Presiden Como 1907 sukses membawa klub milik Grup Djarum ke Liga Champions (UCL) 2026/2027.-Tangkapan Layar Instagram@msuwarso-
Sebelum seorang pemain direkrut, ia harus melewati beberapa tahapan, yaitu analisis statistik, penilaian kemampuan teknis, kesesuaian dengan filosofi bermain Como, analisis karakter dan psikologi dan evaluasi finansial.
BACA JUGA:Strategi Jenius Mirwan Suwarso, Como 1907 Milik Grup Djarum Melesat dari Serie D ke Liga Champions
“Setelah seluruh proses selesai, barulah pelatih menentukan siapa pemain yang akan direkrut,” tandasnya.
Pendekatan ini membuat Como mampu menemukan banyak pemain muda berbakat dengan harga yang relatif lebih murah namun memiliki potensi besar.
Como Menggunakan Sistem Data Layaknya Moneyball
Kesuksesan Como bukan terjadi secara kebetulan.
Mirwan mengungkapkan bahwa klub menggunakan filosofi Moneyball, yaitu pendekatan yang mengutamakan analisis data dibanding sekadar intuisi.
Mirwan Suwarso menambahkan, Como bahkan belajar dari berbagai klub besar seperti Brighton, Liverpool serta berdiskusi dengan Billy Beane, sosok yang menginspirasi film Moneyball.
Kini sistem analisis yang mereka bangun bahkan sudah digunakan oleh sejumlah klub peserta Liga Champions.
Selain kuota pemain asing, Mirwan juga menjelaskan alasan mengapa Como sering membeli pemain dari luar Italia.
Menurutnya, sistem transfer di Italia berbeda dengan negara lain.
"Jika membeli pemain dari klub Italia, Como harus membayar biaya transfer secara penuh di awal," ujarnya.
BACA JUGA:Bambang Hartono Meninggal Dunia, Sosok di Balik Kesuksesan Como 1907 Promosi ke Serie A
Sementara jika membeli pemain dari luar negeri, pembayaran dapat dicicil hingga lima sampai tujuh tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: